Tampilkan postingan dengan label Listrik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Listrik. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 April 2012

LED TV lebih hemat listrik dari pada LCD TV

Teknologi televisi terus mengalami perubahan. Televisi hitam-putih yang muncul pada tahun 1970-an, mulai berubah menjadi televisi berwarna hingga televisi tabung.

Awal tahun 1990-an, televisi kembali mengalami perubahan, yakni beralih dari televisi tabung ke layar datar. Dari layar datar inilah muncul teknologi LCD dan LED TV.

Secara kasatmata, televisi LCD dan LED sulit dibedakan. Jika mengandalkan pengamatan sekilas, orang akan cenderung memilih LCD TV karena gambarnya yang lebih cerah dengan kontras warna yang kuat.

Gambar atau tampilan sangat cerah dan kontras yang ditampilkan LCD TV berkat penggunaan CCFL Backlight yang sebenarnya membuatnya lebih boros listrik.

Adapun LED TV menggunakan LED Backlight yang menyesuaikan kebutuhan pencahayaan sehingga warna yang muncul memiliki variasi (range) yang lebih beragam.

Inilah penyebab LED TV secara kasatmata terlihat lebih redup. Namun, ini pula yang membuat LED TV bisa menghemat 50 persen penggunaan listrik.

Berikut adalah penghitungan standar biaya listrik yang dikeluarkan jika menggunakan LCD dan LED TV :

    * LCD TV (110 watt) 10 jam x 365 hari = Rp 441.650
    * LED TV (50 watt) 10 jam X 365 hari = Rp 200.750

Penghitungan ini berdasarkan tarif dasar listrik PLN dengan rata-rata penggunaan 10 jam per hari, selama satu tahun.

"Dengan penghematan ini, dalam waktu enam tahun Anda akan menghemat hingga Rp 1,5 juta," ungkap Marvy Arnold Lumentut, Head of TV-AV Product Marketing Samsung Electronics Indonesia, dalam media briefing di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (11/4/2012).

Selain itu, Samsung kini menawarkan frame yang lebih kecil untuk LED TV. Jika LCD TV memiliki frame yang menutupi layar hingga 66 milimeter (mm),  LED TV memiliki frame hanya 14 mm.

Frame yang semakin kecil akan membuat layar semakin besar sehingga pemilik televisi bisa lebih menikmati gambar dengan lebih luas, plus warna yang lebih beragam.

Ditambah lagi, LED TV, khususnya yang diproduksi Samsung, memiliki teknologi LED Motion Plus. Teknologi ini menghasilkan gerakan yang lebih luas melalui peningkatan jumlah frame dalam perhitungan algoritma.

Algoritma LMP menciptakan hingga 16 ms tingkat respons dan memberi efek hingga 120 CMR dengan memasukkan frame antargambar. Inilah yang menyebabkan LED TV dapat menciptakan gambar yang detail, khususnya dalam adegan yang bergerak secara cepat.

"Jadi, daripada beli LCD TV nanggung, lebih baik langsung beli LED TV. Beda harganya hanya beberapa ratus ribu, tetapi bisa hemat listrik sampai bertahun-tahun. Estimasi kami, LED TV bisa tahan hingga penggunaan sepuluh tahun, di luar rusak akibat bencana," tutup Arnold.

Kamis, 17 September 2009

Tips tentang Grounding Listrik

Kelistrikan
Kelistrikan adalah suatu tata cara/aturan dalam instalasi dan pengukuran yang akan digunakan untuk sumber catuan perangkat pelanggan ataupun Lintasarta.
Masalah Yang Berhubungan dengan Kelistrikan

* Instalasi

Tata cara pemasangan jaringan kelistrikan dengan memenuhi standar baku PLN (dalam hal ini diameter kabel, jenis kabel dll). Merupakan bagian dari kelistrikan dimana instalasi tersebut dapat berupa instalasi kabel listrik guna keperluan grounding

* Grounding

Suatu sistem pengamanan terhadap perangkat-perangkat yang mempergunakan listrik sebagai sumber tenaga, dari lonjakan listrik, petir dll

* Sarana Penunjang (UPS, Stabilizer)

Adalah sarana yang dipergunakan untuk mencapai standar kelistrikan yang baik sesuai dengan standar PLN dan memenuhi factor keamanan perangkat

INSTALASI

Instalasi kabel ke tiap catuan outlet harus 3 ( tiga kabel )

* Phasa (tegangan AC)
* Netral (Ground dari PLN)
* Ground (Kabel yang ada di lokasi meteran PLN

Kenapa perlu Instalasi yang baik

Karena bila salah pemasangan sistem Grounding & Netral dapat menyebabkan :

* Kemungkinan fatal terhadap jiwa manusia apabila terjadi hubungan singkat pada salah satu peralatan
* Masuknya Noise kedalam sistem yang berakibat rusaknya peralatan
* Masuknya Noise ke dalam sistem yang berakibat terganggunya aliran data yang dapat menyebabkan Error di terminal server ataupun printer

Grounding

Kenapa Perlu Grounding Yang Bagus ?

1.Mengurangi kemungkinan terjadinya kerusakan akibat dari Sambaran petir
2.Mencegah terjadinya Lonjakan Listrik (Spike)
3.Mencegah terjadinya loncatan yang ditimbulkan adanya perbedaan potensial tegangan antara satu system pentanahan dengan yang lainnya.

Standar Nilai yang di syaratkan untuk kelistrikan : ( Terukur oleh AVO/Multi Meter)

* Tegangan Phase - Netral ≈ 220 Volt AC
* Tegangan Phase – Ground ≈ 220 Volt AC
* Tegangan Netral – Ground ≈ 1 Volt AC
* Nilai toleransi ≈ 3 %
* Ukuran Gronding ≈ 1 Ohm

BERBAGAI MACAM TYPE GROUNDING

Ground Rod, tipe grounding yang terbuat dari kuningan untuk ground yang terhubung ke tanah dan dilengkapi dengan bak control (untuk pengukuran)



Elektroda Pita, system grounding yang menggunakan dasar plat tembaga sebagai elektroda pita yang dihubungkan dengan kabel dengan bak control




Elektroda Plat, system grounding yang menggunakan plat tembaga sebagai elektroda platnya yang dihubungkan dengan kabel ke bak control



Integrasi Grounding



Sarana Penunjang

1.Uninterruptable Power Supply (UPS)

* Direkomendasikan yang memiliki baterai penyimpanan yang lama dan mempunyai fungsi stabiliser tegangan
* Sinyal Listrik Sinus Wave

2.Stabilizer

* Berfungsi menjaga kestabilan tegangan listrik
* Mengantisipasi Naik ( lonjakan ) dan Turunnya Tegangan atau Arus Listrik

3. Genset

* Sebagai pembangkit Listrik Cadangan jika Listrik dari PLN mati, sehingga operasional tetap berjalan Lancar

4. Isolated Transformer (IT)

* Mencegah tegangan yang kurang baik dengan cara pelepasan pentanahan/grounding dilepas ke tanah
* Selain itu fungsi dari IT adalah juga untuk perbaikan grounding.