Jumat, 24 September 2010

Cara Memeriksa Tegangan Power Supply ATX

Artikel ini membahas bagaimana memeriksa voltage power supply. Power dari power supply dibagi dengan beberapa connector yang membagi antara 12V, 5V dan3.3Volt. Cara termudah adalah memeriksa output power ketika power sedang bekerja. Dibawah ini adalah cara memeriksa power supply mengunakan multimeter
<============ Susunan cable pada power supply ==============>




Pada format power supply masih dibagi antara beberapa form factor. Standard power supply ATX dan BTX tetap mengunakan 3 bagian voltage seperti yang dikemukakan diatas. Versi ATX saat ini sudah memiliki versi 1.3 dimana terdapat tambahan power SATA untuk perangkat terbaru seperti SATA harddisk. Sedangkan form factor terbaru adalah BTX yang merubah pemakaian AUX dan menambahkan pin main power dari 20pin menjadi 24 pin. Tetapi dasarnya tetap sama dimana 12V, 5V dan 3.3V dan tegangan Power Good +5, -5 dan -12 adalah voltage yang digunakan pada output voltage power Dibawah ini adalah gambaran connector dari power supply dengan masing masing output voltage menurut standard power supply ATX















Kamis, 16 September 2010

Tips and Trik Microsoft Access (2)

Mengatur Tampilan Datasheet pada Tabel
Cara mengatur tampilan datasheet pada tabel sebagai berikut:
1. Buka tabel pada bentuk Datasheet View.
2. Klik pada menu Format > Datasheet.
3. Atur tampilan yang Anda inginkan dari tabel pada kotak
4. Contoh hasil sub datasheet terlihat seperti pada Gambar



Menyembunyikan Kolom Tabel
Cara menyembunyikan kolom pada tabel sebagai berikut:
1. Buka tabel pada bentuk Datasheet View.
2. Pilih kolom yang akan disembunyikan dengan mengklik
pada nama field seperti terlihat pada Gambar 2.11.
3. Klik pada menu Format > Hide Columns.

Menampilkan Kolom yang Disembunyikan
Cara menampilkan lagi kolom dari tabel yang disembunyi-
kan sebagai berikut:
1. Buka tabel pada bentuk Datasheet View.
2. Klik pada menu Format > Unhide Columns.
3. Pada kotak dialog Unhide Columns, beri tanda cek
kolom yang akan ditampilkan lagi. Kemudian klik Close.
Gambar 2.12. Kotak Dialog Unhide Columns


Mengganti Nilai Default dari Tipe Data Karakter
Cara mengganti nilai default dari tipe data karakter sebagai
berikut:
1. Klik menu Tools > Options.
2. Pada kotak dialog Options tab Tables/Queries, pada
bagian Text ganti nilai default sesuai dengan yang
diinginkan. Kemudian klik OK.

Gambar 2.13. Mengganti Nilai Default Tipe Data Karakter


Membatasi Jumlah Record Tabel
Cara membatasi jumlah record yang dapat ditampung oleh
tabel sebagai berikut:
1. Buka tabel pada bentuk Datasheet view.
2. Klik pada menu Records > Maximum Records.
3. Masukkan jumlah record maksimum dari tabel pada
kotak dialog Set Maximum Record Count. Kemudian
klik OK.
Gambar 2.14. Membuat Maksimum Jumlah Record Tabel


Membuat Kopian Tabel Antar-Database SQL Server dari
Enterprise Manager

Cara membuat kopian tabel antardatabase pada SQL Server
dari Enterprise Manager sebagai berikut:

1. Pada database yang akan digunakan, klik-kanan pada
bagian tabel kemudian klik menu All Tasks > Export
Data.

Gambar 2.15. Menu Export Data


2. Pada kotak dialog DTS Import/Export Wizard, klik
Next.
3. Selanjutnya pilih database tempat tabel tersebut berada.
Klik Next.
Gambar 2.16. Memilih Database Asal Tabel

kopian tabel atau database tujuan. Klik Next.

Gambar 2.17. Memilih Database Tujuan

4. Selanjutnya pilih menu Copy table(s) and view(s) from
the source database. Klik Next.


5. Selanjutnya pilih database tempat Anda akan membuat

6. Pilih tabel yang akan dikopi.


7. Selanjutnya beri tanda cek pada menu Run immediately.
Klik Next.

yang dibuat pada bagian Summary. Klik Finish.

Minggu, 05 September 2010

Tips and Trik Microsoft Access

Membuat Tabel dari Enterprise Manager

Cara membuat sebuah tabel menggunakan Enterprise
Manager sebagai berikut:
1. Pada Enterprise Manager, pilih database yang akan di-gunakan.
2. Klik-kanan pada ikon Tables kemudian klik pada menu New Table.

tabel pada field editor tabel dan simpan tabel tersebut.



Membuat Tabel dari QueryAnalyzer

Cara membuat sebuah tabel menggunakan Query Analyzer
sebagai berikut:
1. Sebagai contoh jika Anda ingin membuat tabel dengan
nama tbPegawai dan memiliki empat buah field yaitu
Kode, Nama, Alamat, dan Gaji, maka contoh kode
programnya terlihat seperti pada Gambar 2.3.

3. Selanjutnya isi nama field, tipe data dan ukuran dari field


Mengurutkan Record Tabel pada Bentuk Datasheet View

Cara mengurutkan record pada sebuah tabel pada waktu
tabel tersebut dibuka dengan bentuk Datasheet View sebagai
berikut:
1. Buka tabel pada bentuk Datasheet View.
2. Klik pada nama field atau judul field yang akan di-
urutkan.


kecil ke besar atau Sort Descending untuk mengurutkan
dari besar ke kecil pada toolbar Microsoft Access.



Mencari Isi Record pada Tabel

Cara mencari isi record pada sebuah tabel sebagai berikut:
1. Buka tabel pada bentuk Datasheet View.
2. Klik pada ikon Find pada toolbar Microsoft Access.



3. Pada kotak dialog Find and Replace, isi record yang akan
dicari pada tabel serta pilih tabel yang digunakan pada
bagian Look In lalu klik Find Next.

3. Klik pada ikon Sort Ascending untuk mengurutkan

Senin, 30 Agustus 2010

Sepeda Air




Sepeda bawah laut? apakah benar benar ada? ya benar. Di Paris, Minh-Lôc Truong dan Stéphane Rousson menunjukan sepeda bawah laut buatan mereka ini pada acara "Green Air Show". Benda ini hanya tinggal "digenjot" maka benda ini bisa berjalan dibawah air dengan menggunakan kedua baling - baling yang berada di samping benda ini. Saat ini, kecepatan maksimal mencapai 6 mph dan dapat mencapai kedalaman 20 meter. diatas adalah gambar gambarnya

Kamis, 26 Agustus 2010

Menetapkan Decimal secara tetap. (Excel 2007)

Butuh kecermatan dalam menulis angka dengan desimal tertentu, apalagi jika datanya cukup banyak. Dapatkah Excel membantu hal tersebut?



Otomatisasi Atur Excel yang digunakan untuk memudahkan Anda menempatkan desimal saat memasukkan angka.

TIPs Terkadang, pekerjaan Anda mengharuskan tampilan dokumen rapi sedemikian rupa, khususnya yang berhubungan dengan angka atau nominal. Penggunaan angka di belakang desimal adalah salah satu kebutuhannya. Jika dokumen Anda mengharuskan adanya angka di belakang desimal, misalnya untuk nominal uang, penulisan angkanya pasti butuh perhatian ekstra karena Anda harus teliti menyisipkan tanda desimal di antara angka yang Anda ketik.

Untungnya, Excel 2007 dapat diatur agar angka yang Anda ketik langsung diberi format desimal yang diinginkan. Contohnya, ketika Anda ketik 123, hasil yang keluar 1,23. Jika anda mengetik angka 5, hasilnya 0,05. Langkah pertama untuk mengatur hal tersebut adalah men-gklik tombol Office Ord | Excel Options” Di panel menu sebelah kiri, pilihlah “Advanced”. Di panel menu sebelah kanan, lihat bagian “Editing options” dan pastikan entri “Automatically insert a decimal point” sudah diaktifkan. Kemudian, Anda bisa menentukan jumlah desimal yang diperlukan pada menu yang tersedia. Setelah selesai melakukan pengaturan, klik tombol “OK” untuk kembali ke dokumen.

Selasa, 24 Agustus 2010

Bus Nangkring ala Beijing

Distrik Mentougou Beijing Barat mulai akhir tahun ini akan mencoba mengoperasi 'Bus Laju 3D', untuk menyelesaikan masalah macet sekarang.



'Bus Laju 3D' tersebut terdiri dari dua tingkat, tingkat atas untuk tempat duduk penumpang, sedangkan tingkat bawahnya kosong.Jalan 3 jalur yang searah bisa menaiki bus tersebut.

Ketua Komisi Iptek Distrik Mentougou Kota Beijing, Zhang Wenbo memperkenalkan bahwa Distrik Mentougou akan membentuk zona ekologi berwarna hijau, maka diperlukan alat lalu lintas yang rendah karbon, rendah polusi, rendah biaya dan berefisiensi tinggi. Distrik Mentougou menganggap 'Bus Laju 3D' merupakan alat lalu lintas yang paling sesuai di dunia moderen sekarang ini.

Rabu, 04 Agustus 2010

Firewall

Paket: cara kerja firewall

Apabila perusahaan biasa menggunakan firewall berbasis hardware, pengguna pribadi menggunakan software firewall, seperti ZoneAlarm atau firewall bawaan Windows. Kini, WLAN router, Netgear RangeMax NISO juga telah memiliki internal firewall. Semua solusi di atas memeriksa paket data masuk dan keluar, serta menyaringnya bila perlu. Informasi yang penting bagi firewall antara lain alamat IP PC (sumber dan tujuan) dan port (protokol) yang digunakan untuk mengirim atau menerima paket data.

Desktop firewall memiliki sebuah filter aplikasi (Application Control) untuk meng­izinkan atau melarang suatu aplikasi dalam mengakses Internet.

Banyak firewall menawarkan fasilitas ekstra, seperti “Learn Mode” yang menye­suaikan aturan filter dengan perilaku pengguna dan “Content Filter” yang memblokir komponen ActiveX, JavaScript, dan sebagainya. Firewall jenis ini dijual sebagai “webshield” atau “Web Application Firewall”. Yang juga mulai menawarkan fasilitas “Stealth Mode” yang memblokir semua permintaan port yang tidak digu­nakan (Deny Mode).

Salah satu fasilitas yang biasanya hadir pada hampir semua hardware firewall adalah “Stateful Packet Inspection (SPI)”. Fasilitas ini menyempurnakan aturan filter standar. Apabila Anda, misalnya menjalankan browser, beberapa koneksi terjadi secara paralel, sehingga beberapa layanan yang sering mengirim (menerima) paket aktif secara bersamaan. Dalam memeriksa paket data, SPI merujuk pada status koneksinya. Apakah paket data berasal dari koneksi yang ada? Apakah dibutuhkan oleh browser untuk menerima paket jawaban? Berdasarkan pertanyaan ini dan banyak lainnya, firewall memutuskan, apakah paket diteruskan atau diblokir.

Serangan: mengakali Firewall

Idealnya, penyaringan paket bisa diandalkan melindungi PC. Kenyataannya, tidak­lah demikian. Mereka yang mengetahui mekanisme penyaringan paket bisa meng­akalinya, seperti metode berikut ini.

SERANGAN DARI LUAR: Sebelum hacker mencoba menyusupi firewall, ia harus me­nge­tahui, celah keamanan yang ada pada di PC, seperti bug browser, layanan Windows atau file (printer) sharing yang salah dikonfigurasi. Yang juga mungkin terjadi adalah masuknya trojan (saat membuka lampiran e-mail) atau malicious code (saat mengakses website). Semua serangan ini dapat melewati filter firewall karena e-mail client atau browser umumnya tidak diblokir oleh pengguna. Misalnya, MS Outlook bisa langsung mengirim atau menerima e-mail yang berisi trojan karena firewall sendirlah yang memberikan akses padanya.

Pro

Firewall melindungi PC

Sebagai bagian dari paket sekuriti lengkap, desktop firewall harus selalu menyempurnakan kemampuannya mengidentifikasi malicious code dengan bekerjasama dengan modul sekuriti lainnya, misalnya antivirus agar proteksi keseluruhannya lebih baik. Firewall yang bagus otomatis mengevaluasi jenis lalu lintas data, membuka atau memblokir koneksi tanpa selalu menampilkan popup window yang mengganggu, tergantung apakah paket data tersebut baik atau jahat. Berbeda dengan firewall bawaan Windows, desktop firewall yang bagus juga memeriksa lalu lintas data (masuk dan keluar) pada konfigurasi standar. Ia pun menyediakan fungsi Intrusion Prevention yang bisa mengantisipasi dan memblokir serangan baru, bahkan bila celah keamanan sistemnya masih belum di-patch.

Kontra

Trojan masih bisa tembus

Yang berbahaya dari desktop firewall adalah kita sudah merasa aman berada dengan proteksinya. Padahal beberapa mekanisme proteksi firewall masih memiliki kelemahan. Biasanya, browser diizinkan firewall untuk mengkases di Internet melalui koneksi HTTP. Sebaliknya, sebuah program belum dikenal tidak boleh menghubungi sebuah layanan juga belum dikenal di Internet. Namun, bila sebuah trojan pintar membungkus rapi komunikasinya dalam HTTP dan mentransfernya melalui web browser yang terkoneksi di Internet, firewall otomatis mengizinkannya. Apabila kita menyadari limitasi suatu firewall dan mengkombinasikannya de­ngan software sekuriti lainnya, misalnya Antivirus, serta merawat sistem (update, dan lain-lain) secara teratur, PC tentu akan terproteksi dengan baik.

Pengamanan: membentengi PC

Kelemahan firewall yang tadi disebutkan tentunya mengundang pertanyaan, masih perlukan firewall? Jawabannya, jika dikonfigurasi dengan tepat, firewall bisa menyediakan berbagai informasi penting tentang keamanan sis­tem dan mencegah hacker memata-matai celah keamanan dari luar. Namun, jika berhadapan de­ngan trojan dan malware, firewall tidak berdaya. Anda membutuhkan software khusus yang bisa menangkal malware di hard disk. Kini, buatlah sistem pertahanan yang sanggup menangkal berbagai serang­an yang telah disebutkan di atas.

semuanya nonaktif: Sebagai firewall, CHIP memilih software PC Tools Firewall Plus. Pada paket sekuriti firewall, seperti F-Secure Internet Security, gu­nakan kon­figurasi standar karena berbagai modul lainnya (Antivirus dan spyware) telah dioptimalkan satu dengan lainnya. Sebelum menstart salah satu program, nonaktifkan firewall bawaan Windows agar tidak saling memblokir. Perlu perlu diperhatikan juga adalah hardware/router firewall. Yang ter­akhir biasanya tidak mudah dinonaktifkan. Apabila pada router terpa­sang perangkat seperti hard disk NAS, tentu Anda tidak boleh menonaktifkan firewall agar NAS tetap terproteksi. Pengguna router lebih baik menonaktifkan desktop firewall agar resoure sistem yang terpakai bisa kembali tersedia.

Kembali ke proses setup PC Tools Firewall Plus, tolak opsi “Spyware Doctor” dan pilih “Experts”. Setelah selesai, tool icon dalam taskbar dan pilih “Settings” dalam tampilan pengoperasian. Dalam tab “General” atur slider pada “Block All”.

Selain itu, nonaktifkan juga opsi “Automatically Allow known applications”, agar trojan yang menyamar tidak lolos. Selanjutnya, buka Windows Task Manager dengan [Ctrl]+[Alt]+ [Del]. Dalam tab “Net­work” tidak boleh ada paket data yang dikirim atau diterima.

MENETAPKAN ATURAN: Apabila PC telah terisolasi, tarik kembali slider ke setting “Ask”. Selanjutnya, jalankan browser dan izinkan koneksi Internet melalui “Allow”. Melalui “Applications” serta kolom “In” dan “Out” Anda dapat menentukan, apakah aplikasi hanya mengirim atau menerima data atau keduanya. Dalam setting “Rules based”, firewall menyediakan berbagai aturan filter yang ditetapkan secara individual.

Dengan cara yang sama, konfigurasikan aturan untuk program e-mail, Antivirus, dan software lain yang biasanya meminta koneksi Internet. Perhatikan instruksi firewall untuk selalu memblokir semua hal yang tidak Anda kenal. Apabila nama program atau layanan di bawah “Applications” belum pernah Anda de­ngar, temukan informasinya di Internet via Google.

Selain itu, melalui “Activity”, periksa software apa saja yang melakukan aktivitas di jaringan. Dengan klik pada “Connections” di kolom “Remote Address”, tampak alamat IP PC tujuan. Masukkan alamat IP tersebut di www.domaintools.com/reverse-ip untuk me­­ngetahui, siapa yang ada di baliknya.

MENGENDALIKAN FIREWALL: Terakhir, periksa apakah firewall telah membuat PC Anda tidak tampak bagi hacker? Kunjungi website www.auditmypc.com dan setelah registrasi gratis, pilih “Firewall Test” untuk menguji ketangguhan proteksinya terhadap serangan hacker. Apabila firewall dikonfigurasi de­ngan benar, PC Anda relatif aman.

Berikutnya, file log firewall. Di sana dapat Anda baca, kapan paket data dikirim atau diterima, diblokir atau diizinkan, melalui port mana dikirim dan siapa penerimanya. Dalam PC Tools Firewall Plus klik “Log”. Paket keluar ditandai panah biru dan yang masuk berwarna hijau. Alamat IP di bawah “Source/Target” dapat diungkap melalui pencarian Reverse-IP seperti dijelaskan di atas. Apakah port tersebut sering digunakan trojan, dapat di ke­tahui melalui www.sans.org/security-resources/idfaq/oddports.php.

Kini, kendali PC telah Anda miliki kembali. Dari sisi luar, hacker tidak dapat meng­identifikasi PC Anda dan menemukan celah-celah keamanannya. Untuk menangkal serangan dari dalam, simak tahap­ demi tahapnya berikut ini.

PROTEKSI SEMPURNA: Apabila malware masih dapat menerobos masuk ke PC Anda meskipun firewall telah dikonfigurasi dengan benar, jalankan Antivirus untuk mengidentifikasi dan menyingkirkannya. Untuk serangan yang akut, Anda dapat menggunakan program seperti Dr. Web CureIT. Selanjutnya, untuk proteksi jangka panjang, tersedia Antivirus yang tidak terlalu menyita resource PC, seperti Avira Antivir Personal atau F-Prot Antivirus.

Ingat, Antivirus hanya efektif bila malware tersebut telah dikenal oleh produsennya. Pendeteksian malware tergantung pada kelengkapan signature yang dimiliki masing-masing Antivirus.

Sebagai proteksi tambahan, gunakan juga Snort yang dapat menangkal ancaman yang belum di­kenal (Zero Day Exploit). Snort efektif mengungkap trojan karena meng­awasi arus data langsung pada ethernet card (network card). Untuk meminimalkan celah keamanan PC, aktifkan fasilitas Automatic Windows Update. Masalah sekuriti pada software yang ada (telah di-install) di PC bisa “ditambal” de­ngan program spesialisasi Hotfix, yaitu Secunia Personal Software Inspector. Ingat, semua langkah pengamanan yang telah dilakukan tidak akan efektif bila Anda masih serampangan membuka e-mail dari pengirim tak dikenal atau mengunjungi berbagai website yang tidak jelas. Proteksi PC terbaik adalah Anda sendiri.

10 Aturan Firewall

1Jangan menduakan firewall
Beberapa firewall yang aktif bersamaan dapat saling menghalangi sehingga berisiko membuat PC Anda crash.

2Blokir semua yang tidak dikenal
Apabila ada layanan Windows ‘wklsd45xqy.exe’ yang ingin mengirim sebuah paket data? Blokir selama Anda tidak me­ngetahui, apa tepatnya yang dilakukan layanan dan siapa penerima paket tersebut.

3Cintai dan hormati file .LOG
Hanya dalam file LOG dari firewall Anda dapat membaca, apa saja yang terjadi pada berbagai port di PC Anda.

4Jangan biarkan firewall sendirian
Firewall tidak bisa menangkal virus dan trojan. Karena itu install Antivirus, Antispyware, dan Intrusion Detection Systems (IPS).

5Atasi celah keamanan terbuka
Apabila browser memiliki celah keamanan, berbagai malware \langsung masuk tanpa diketahui firewall. Oleh karena itu, update teratur wajib Anda lakukan.

6Jangan mengandalkan NAT router
Router dengan NAT (Network Address Translation) terintegrasi menebak penerima yang tepat melalui mekanisme heuristik. Dengan demikian, ia menghindari identifikasi melalui alamat IP. Hal inilah yang bisa dimanfaatkan oleh para hacker.

7Nonaktifkan Services yang tidak perlu
Setiap layanan Windows yang bekerja di latar belakang tanpa Anda ketahui bersiko mengundang virus dan hacker. Nonaktifkan berbagai services (layayan) Windows yang tidak dibutuhkan (digunakan) sistem.

8Lebih baik menolak melalui Reject
Firewall dapat menolak tanpa komentar permintaan port yang tidak digunakan (modus Stealth) atau dengan jawaban seperti ‘Layanan tidak dapat dihubungi’ (modus Reject). Yang terakhir mencegah alarm yang tidak perlu.

9Jangan abaikan semua peringatan
Apabila window firewall terbuka, simak isi peringatannya. Apabila tidak, Anda berisiko disusupi trojan atau malware lainnya.

10Konfigurasi Windows yang tepat
Jangan mengizinkan siapa saja yang ada di Internet bisa mengakses file dan printer Anda. Apabila diizinkan, firewall terbaik sekalipun tidak akan berdaya.