Kamis, 15 Desember 2011

Google bangun Datacenter di Singapura


Mesin Pencarian Internet Google mulai pembangunan data center nya di singapura dengan biaya sekitar 120-juta-US Dolar. untuk meningkatkan kehadirannya di wilayah tersebut.

Ini adalah pusat data center yg pertama di Asia tenggara dan akan operasional pada tahun 2013.
dan akan menjadi yang ke tiga untuk wilayah Asia pasifik sebelumnya google memiliki Kantor di Hongkong-China dan Taiwan, dengan biaya pembangunan 300 juta dolar dan 100 juta dolar.

Google memiliki enam pusat data di Amerika Serikat dan dua di Eropa, demikian kata
Julian Persaud, managing director Google kawasan Asia Tenggara, katanya : kecepatan dan kehandalan sangat penting dalam membawa layanan Internet untuk pengguna.

"Jika Anda melihat Asia Tenggara pada khususnya, itu salah satu daerah dengan pertumbuhan tercepat di dunia untuk pengguna online, jadi penting bahwa kita tetap dengan pengguna dan berpikir ke depan dan memastikan kita dapat memberikan layanan-layanan cepat," katanya .

Pusat data yang baru ini akan mencakup fitur-fitur ramah lingkungan.

Speaker potable Bluetooth


Satechi BT adalah sistem speaker portabel Bluetooth nirkabel yang dirancang untuk digunakan dengan perangkat mobile Anda seperti smartphone, iPad, tablet, sertanotebook, maupun netbook.

Dengan desain ultra portabel, bass vakum kompak, Satechi BT dapat terhubung ke perangkat mobile Anda tanpa perlu kabel. Speaker ini memiliki fitur Bass Expansion System untuk memperkuat rentang audio yang dinamis tanpa mengorbankan integritas akustik.

Satechi BT juga dapat berfungsi sebagai alat untuk hands-free dengan built-in microphone DSP. Dengan memasangkan speaker dengan telepon Bluetooth-enabled mobile Anda, Anda dapat melakukan komunikasi handsfree mudah.

BT juga memiliki built-in kabel audio 3.5mm sehingga Anda dapat menghubungkan ke berbagai sumber audio. Ada port mini USB untuk charging dan Jack Buddy bagi Anda untuk menghubungkan deretan speaker Satechi BT.

Rabu, 14 Desember 2011

Huawei Vision 3D


Tidak mau ketinggalan dengan 'tetangga'-nya, salah satu vendor kakap dari negeri Tirai Bambu juga merilis smartphone dengan kemampuan teknologi tiga dimensi (3D). Adalah Huawei Vision yang merupakan ponsel Android terbaru dengan dukungan tampilan antarmuka 3D. Seperti umumnya produk dari negeri China, Huawei pun menawarkan smarphone 3D-nya ini dengan harga yang terjangkau atau lebih murah dibandingkan perangkat sejenis.

Huawei Vision memiliki interface ponsel 3D lengkap yang menggabungkan fitur-fitur handset ke dalam panel 3D pada layar utama. Interface ini memungkinkan pengguna untuk memilih tampilan aplikasi sesuai dengan kebutuhan Anda yang ada di layar utama menggunakan satu sentuhan. Dengan antamuka berbasiskan 3D, Anda dapat menjelajah fitur dan program yang ada di Vision hanya dengan sebuah sentuhan.

Pihak Huawei mengklaim Vision merupakan perpaduan sempurna antara teknologi dan fashion yang diaplikasikan dalam bentuk ponsel. Namun, Vision bukanlah pionir ponsel 3D. Adalah LG yang pertama kali merilis ponsel berbasiskan 3D dengan nama LG Optimus 3D. Akan tetapi, tentu saja Vision menawarkan harga yang lebih murah dibandingkan dengan LG Optimus 3D tersebut.

Vision memiliki desain candybar stylish yang dipadukan dengan material aluminium uni-body serta desain kurva lengkung kian menambah menarik ponsel ini. Ponsel pintar dari Huawei ini memiliki ketebalan 9.9mm, menjadikan Vision masuk dalam kategori smartphone ramping (slim). Sementara untuk bobotnya, Vision memiliki kandungan berat sebesar 121 gr.

Sedangkan untuk layar tampilnya, Huawei membekali Vision dengan layar sentuh kapasitif TFT LCD berukuran 3,7 inchi yang mengandung resolusi mencapai 480x800 piksel. Teknologi layar sentuh Vision termasuk responsif terhadap sentuhan jari dan mendukung multi-touch. Selain itu, meski hanya dibekali dengan layar TFT LCD, tampilan layar Vision cukup jernih dan tajam. Dan tentu saja, yang menarik adalah tampilan menunya yang telah mengaplikasikan teknologi 3D. Tampilan 3D ini bisa kita tampilkan melalui preview menu yang ada disalah satu panel pada carrousel.

Pada bagian belakang, tersedia kamera 5MP yang dilengkapi dengan fitur-fitur, seperti LED Flash, auto focus, dan tentu saja mendukung perekaman videoHD @720p yang memudahkan Anda untuk mengambil moment penting langsung dari ponsel. Hasilnya pun tidak mengecewakan. Tersedia pula, kamera jenis VGA untuk video chat dibagian depan.

Smartphone ini sendiri berjalan diatas Android versi 2.3 Gingerbread dan dilengkapi dengan software manajemen antarmuka 3D animasi carrousel. Perangkat lunak ini merupakan versi modifikasi dari SPB Shell 3D. Untuk mendukung perangkat lunak tersebut, Huawei melengkapi Vision dengan prosesor Qualcomm MSM8255 Snapdragon single-core berkapasitas 1GHz.

Sementara untuk kapasitas RAM, Huawei memberikan 512MB dan kapasitas internal sebesar 2GB. Kombinasi perangkat keras tersebut cukup mampu memberikan kecepatan dan menyajikan performa yang cukup mulus, terutama saat menjalankan kegiatan multitasking. Bila pengguna merasa kapasitas penyimpanan yang ada tidak mencukupi, Vision menyediakan sebuah slot microSD yang mendukung penggunaan memori hingga 32GB.

Dari sisi konektivitas, Vision yang berjalan diatas jaringan GSM ini dibekali dengan dukungan koneksi lokal yang cukup lengkap, antara lain GPRS, EDGE, 3G, Bluetooth 2.1, WiFi 802.11 b/g/n, A-GPS, HSPA, dan port microUSB 2.0, serta sebuah FM radio. Selain itu, Vision menawarkan akses penuh aplikasi Android dan juga pre-installed games, seperti ‘Angry Birds’, ‘Asphalt 6: Adrenaline’, ‘Order & Chaos Online’, serta ‘Guerrilla Bob HD’.

Vision ini diperkuat dengan baterai berkekuatan 1400 mAh. Dengan kekuatan baterai seperti itu, daya tahan smarphone Android ini tidaklah terlalu mengecewakan meski tidak terlalu memuaskan. Huawei sendiri menawarkan Vision dalam tiga varian warna.

Kesimpulannya, seperti diklaim oleh vendornya, Vision memang menampilkan desain candybar yang stylish yang berpadu dengan teknologi antarmuka 3D yang (cukup) unik. Secara kinerja, Vision menyajikan performa yang cukup memuaskan meski harus diakui bukanlah yang terbaik. Tampilan grafisnya pun tidak mengecewakan.

Yang paling ditunggu-tunggu, tentu saja harga. Seperti pada umumnya perangkat buatan negeri Tirai Bambu, Vision bukanlah smartphone dengan harga yang 'wah', sesuai dengan spesifikasi dan performa yang ada, dipastikan smartphone buatan Huawei ini masuk dalam kategori smartphone dengan harga terjangkau atau lebih murah dibandingkan dengan para 'rival'-nya.

Spesifikasi:
Jaringan: GSM 850/900/1800/1900, HSDPA 900/2100;
Dimensi: 118 x 59.9 x 9.9 mm;
Bobot: 121 gram;
Layar: 3.7 inci (480 x 800 piksel) TFT LCD Capacitive Touchscreen, Light sensor, Multi-touch input method, Accelerometer, Proximity sensor for auto turn-off;
Prosesor: Single-core 1GHz + Adreno 205;
OS: Android 2.3 Gingerbread;
Kamera Utama (Belakang): 5MP (2592x1944 piksel), Autofocus, LED Flash, Geo-tagging, Video Recording 720p@30fps;
Kamera Tambahan (Depan): VGA (video call);
Memori: RAM 512MB, 2GB (Internal), slot microSD (up to 32GB);
Konektivitas: GPRS, EDGE, WiFI, Bluetooth, port microUSB v2.0, HSDPA, HSUPA dan Audiojack 3.5mm;
Fitur Lain: A-GPS, Digital compass, Multimedia Player App, Organizer, Image/video editor, Document editor (Word, Excel, PowerPoint, PDF), Active noise cancellation with dedicated mic, Calendar, Voice memo/dial/commands, Predictive text input, Browser HTML, Adobe Flash, Radio FM with RDS, Swype text input, SNS Integration, Photo viewer/editor, Google Search, Maps, Gmail, GTalk;
Baterai: Li-Ion 1400mAh.

Senin, 12 Desember 2011

Smartphone Panasonic


Setelah mengungkapkan rencana untuk bermain di pasar global, Panasonic akhirnya merilis prototype dari smartphone yang akan mereka jual untuk pasar global. Seperti apakah smartphone vendor dari Jepang ini?

Panasonic sebelumnya pernah mengumumkan bahwa mereka akan segera memasuki pasar smartphone global. Vendor Jepang ini diketahui selama ini hanya memasarkan smartphone buatan mereka di pasar Jepang.

Sebagai bukti keseriusan perusahaan dalam bermain di pasar smartphone global, akhirnya Panasonic baru-baru ini merilis prototype dari smartphone mereka yang akan bersaing pasar global.

Panasonic merilis beberapa foto beserta spesifikasi secara umum yang akan membalut smartphone buatan mereka. Panasonic sendiri sudah punya jajaran smartphone berbasiskan Android yang mereka namai Lumix, namun hanya dipasarkan di Jepang.

Sementara untuk yang akan dipasarkan global, secara umum smartphone Panasonic dilihat dari prototype-nya memiliki fitur 'ultra-slim design'. Dibagian depan, tersedia layar sentuh AMOLED berukuran 4,3 inci berkualitas qHD resolution.

Sedangkan dari platformnya, meski tidak secara detail dijelaskan, smarphone global Panasonic dipastikan akan menggunakan Android, sama seperti yang di Jepang, serta akan dibekali dengan NFC dan anti-debu dan anti-air.

Belum diketahui, kapasitas kamera yang akan membalut smartphone global Panasonic tersebut. Namun, kemungkinan besar tidak berbeda jauh dengan ponsel Lumix yang dipasarkan di Jepang.

Untuk peluncurannya, Panasonic merencanakan untuk memasarkan pertama kali ke Eropa pada bulan Maret 2012, baru kemudian ke kawasan dunia lainnya.

Harddisk 4 TB

Disaat pasokan hardisk dari produsen Seagate dan Western Digital tersendat, akibat bencana banjir di beberapa negara di asia seperti Thailand, Hitachi justru merilis hardisk berkapasitas 4 TB yang diklaim pertama di dunia.

Menurut Akiba PC Watch yang dikutip detikINET, Senin (12/12/2011), hardisk tersebut kini sudah dijual di kawasan Jepang dengan kisaran harga USD 345 atau sekitar Rp 3,1 juta.

Untuk spesikasinya, hardisk berseri HDS5C4040ALE630 ini menggunakan interface SATA 6 Gbps, cache memori sebesar 32 MB, dan diperkirakan menggunakan 4 cakram yang masing-masing berputar di kecepatan 5900 RPM dengan teknologi CoolSpin.

Belum diketahui apakah ada versi lain dari produk ini, namun diduga Hitachi sedang mempersiapkan versi lebih cepat yang beroperasi pada putaran 7200 RPM dengan kapasitas yang sama.

Monitor PC terbaru yaitu LG IPS225V


LG Electronics Indonesia memperkenalkan monitor PC terbaru yaitu LG IPS225V. Produk ini diklaim tidak hanya cocok untuk bekerja, tapi juga asyik digunakan untuk menonton film high definition.

LG IPS225V, merupakan salah satu jajaran monitor LG yang termasuk dalam keluarga Super LED series, yakni monitor yang memang dirancang untuk hemat energi namun dijanjikan masih tetap bisa menghadirkan gambar yang cemerlang.

"Kalibrasi warna sempurna, kenyamanan menikmati gambar dinamis, serta keluasan sudut pandang hadir khusus untuk memanjakan para penggunanya. Baik menjadi media hiburan dan pilihan tepat sebagai teman kerja," klaim Susanto, Product Manager Monitor LG Electronics Indonesia.

Selain warna yang cemerlang, monitor ini juga memiliki kecepatan waktu respon 5ms. Bukan yang tercepat memang, namun angka yang cukup untuk menghindari gejala flicker ketika menyaksikan film action beresolusi tinggi.

LG IPS225V juga memiliki sudut pandang 178 derajat. Cukup lebar untuk dilihat dari berbagai sisi tanpa penurunan kualitas gambar.

"Penggunaan teknologi yang sama, memungkinkan pengguna dapat berbagi kesenangan menyaksikan film dan bermain game bersama kerabat ataupun rekan," ujar Susanto, dalam keterangan yang diterima detikINET, Senin (12/12/2011).

Nah, karena sudut pandang yang lebar itulah, LG berani mengklaim bahwa produk ini juga cocok digunakan oleh para pekerja. Khususnya bagi mereka yang sering melakukan presentasi dengan rekan bisnis.

"LG IPS225V, sebuah monitor yang mendukung untuk mempersingkat dan memperlancar segala pekerjaan Anda," tutup Susanto.

Dengan segenap teknologi yang diusungnya, monitor berukuran 22 inch ini mulai rencananya mulai dipasarkan pada Desember 2011 dengan kisaran harga Rp 2,4 juta.

Minggu, 11 Desember 2011

Teknologi Cloud Computing

Cloud computing tidak lama lagi akan menjadi realita, dan ini akan memaksa para IT professional untuk cepat mengadaptasi yang dimaksud dengan teknologi ini. Akibat dari keadaan sosial ekonomi yang terus mengalami revolusi yang sangat cepat sehingga melahirkan cloud computing, dimana teknologi ini dibutuhkan untuk kecepatan dan realibilitas yang lebih dari teknology yang sebelumnya sehingga teknologi ini nantinya akan mencapai pada tingkat investasi dalam term cloud service yang cepat dan mudah.

Cloud sudah hadir di depan kita saat ini, namun apa itu cloud ? kemana tujuanya ? dan apa resikonya? dan bagaimana organisasi IT mempersiapkan ini ? itulah pertanyaan yang setidaknya akan hadir oleh beberapa praktisi ataupun peminat IT, Cloud computing pada dasaranya adalah menggunakan Internet-based service untuk meng support business process. Cloud service biasanya memiliki beberapa karakteristik, diantaranya adalah:

Sangat cepat di deploy, sehingga cepat berarti instant untuk implementasi.

* Nantinya biaya start-up teknologi ini mungkin akan sangat murah atau tidak ada dan juga tidak ada investasi kapital.
* Biaya dari service dan pemakaian akan berdasarkan komitmen yang tidak fix.
* Service ini dapat dengan mudah di upgrade atau downgrade dengan cepat tampa adanya Penalty.
* Service ini akan menggunakan metode multi-tenant (Banyak customer dalam 1 platform).
* Kemampuan untuk meng customize service akan menjadi terbatas.

Teknologi cloud akan memberikan kontrak kepada user untuk service pada 3 tingkatan:

* Infrastructure as Service, hal ini meliputi Grid untuk virtualized server, storage & network. Contohnya seperti Amazon Elastic Compute Cloud dan Simple Storage Service.
* Platform-as-a-service: hal ini memfokuskan pada aplikasi dimana dalam hal ini memungkinkan developer untuk tidak memikirkan hardware dan tetap fokus pada application development nya tampa harus mengkhawatirkan operating system, infrastructure scaling, load balancing dan lainya. Contoh nya yang telah mengimplementasikan ini adalah Force.com dan Microsoft Azure investment.
* Software-as-a-service: Hal ini memfokuskan pada aplikasi denga Web-based interface yang diakses melalui Web Service dan Web 2.0. contohnya adalah Google Apps, SalesForce.com dan social network application seperti FaceBook.

Beberapa investor saat ini masih mencoba untuk mengekplorasi adopsi teknologi cloud ini untuk dijadikan bisnis sebagaimana Amazon dan Google telah memiliki penawaran khusus pada untuk teknologi cloud, Microsoft dan IBM juga telah melakukan investasi jutaan dollar untuk ini.

Melihat dari tren ini kita dapat memprediksi masa depan, standard teknologi akan menjadi lebih sederhana karena ketersediaan dari banyak cloud service.
Lalu apa resikonya ?

Sebagaimana yang dikatakan sebagai bisnis service, dengan teknologi cloud anda sebaiknya mengetahui dan memastikan apa yang anda bayar dan apa yang anda investasikan sepenuhnya memang untuk kebutuhan anda menggunakan service ini. Anda harus memperhatikan pada beberapa bagian yaitu:

* Service level – Cloud provider mungkin tidak akan konsisten dengan performance dari application atau transaksi. Hal ini mengharuskan anda untuk memahami service level yang anda dapatkan mengenai transaction response time, data protection dan kecepatan data recovery.
* Privacy - Karena orang lain / perusahaan lain juga melakukan hosting kemungkinan data anda akan keluar atau di baca oleh pemerintah U.S. dapat terjadi tampa sepengetahuan anda atau approve dari anda.
* Compliance - Anda juga harus memperhatikan regulasi dari bisnis yang anda miliki, dalam hal ini secara teoritis cloud service provider diharapkan dapat menyamakan level compliance untuk penyimpanan data didalam cloud, namun karena service ini masih sangat muda anda diharapkan untuk berhati hati dalam hal penyimpanan data.
* Data ownership – Apakah data anda masih menjadi milik anda begitu data tersebut tersimpan didalam cloud? mungkin pertanyaan ini sedikit aneh, namun anda perlu mengetahui seperti hal nya yang terjadi pada Facebook yang mencoba untuk merubah terms of use aggrement nya yang mempertanyakan hal ini.
* Data Mobility – Apakah anda dapat melakukan share data diantara cloud service? dan jika anda terminate cloud relationship bagaimana anda mendapatkan data anda kembali? Format apa yang akan digunakan ? atau dapatkah anda memastikan kopi dari data nya telah terhapus ?

Untuk sebuah service yang masih tergolong kritis untuk perusahaan anda, saran terbaik adalah menanyakan hal ini se detail detailnya dan mendapatkan semua komitmen dalam keadaan tertulis.

Apa yang dilakukan Smart Company saat ini ?

Ada banyak kesempatan pada organisasi IT khususnya untuk mensosialisasikan cloud service. Banyak organisasi yang mencoba untuk menambahkan firut ini kepada infrastruktur yang mereka miliki sebelumnya untuk mengambil keuntungan dari “cloud bursting“; khususnya jika anda membutuhkan kapasitas ekstra atau ekstra aktifitas, anda dapat memanfaatkan cloud ketimbang melakukan investasi resource secara in-house.

Development/test dan beberapa aktifitas yang mirip juga menjadi tempat yang bagus untuk cloud, memungkinkan anda untuk mengurangi pengeleluaran perkapita dan biaya data center yang terus meingkat dari sisi kecepatan dan uptime.

Sedangkan perusahaan yang tidak segan segan untuk mengimplementasi teknologi cloud untuk data mereka dan menyimpan nya sebagai fasilitas mereka sendiri untuk memastikan kebijakan perusahaan tersimpan dengan baik tentunya akan lebih baik, sehingga memastikan proses komputerasisasi pada cloud sebagai sistem proses yang dibutuhkan akan lebih independen.
Apakah anda siap ?

Jika organisasi anda baru saja mengeksplorasi teknologi cloud ada beberapa cloud service yang sudah cukup mapan dan dapat di pertimbangkan misalnya sebagai e-mail service. Namun untuk masalah sekuriti, dengan mengembangkan internal infrastruktur anda menjadi model cloud akan lebih baik.

Dengan begini role IT kini ikut berperan dalam hal business model yang dibutuhkan untuk perekonomian saat ini. Bagaimana anda meningkatkan kecepatan dan uptime ? dan bagaimana anda dapat men support business operation dengan sedikit dan pengeluaran yang fix?

Langkah awal yang harus anda lakukan adalah mempelajari sistem kontrak dari cloud service. pastikan setiap process menjadi simple, dapat berulang ulang dan menjadi nilai tambah untuk bisnis anda.

Kedua, anda harus mengidentifikasi service apa yang dapat anda manfaatkan di dalam cloud dan mana yang seharusnya bersifat internal. Hal ini sangat penting untuk anda ketahui mengenai system dan service core yang dapat dimanfaatkan oleh bisnis anda. dan sebaiknya anda mengkategorikan beberapa elemen bisnis anda berdasarkan resiko dari penggunaan cloud service.

Langkah terakhir, anda harus melakukan strategi sourcing untuk mendapatkan biaya yang sangat murah, namun memiliki scalability dan flexibility untuk kebutuhan bisnis anda. Hal ini termasuk pertimbangan akan proteksi data ownership dan mobility, compliance dan beberapa element seperti halnya kontrak IT tradisional.