Rabu, 14 Oktober 2009

Istilah-Istilah Komputer

Nama Keterangan
Trial Masa percobaan sebuah Software dengan batasan waktu atau jumlah pemakaian.



Desktop Tampilan awal pada komputer berbasis windows dan menampilkan Taskbar & Icons.



Shortcut File dalam sistem operasi yang mengacu ke file atau Piranti lainnya.



Taskbar Bar yang berada pada sisi bawah layar desktop anda dan berisi Tombol Start,Time dan program yang sedang berjalan.



Thumbnail Gambar kecil yang digunakan sebagai tampilan dari suatu gambar besar.



Patch Sebuah software yang berguna untuk memperbaiki masalah yang terjadi pada sebuah aplikasi Software, dengan membuat perubahan2 ringan pada software tersebut.



System Tray Berisi Icon Program yang dijalankan secara Otomatis, dan terus bekerja begitu komputer anda dinyalakan. Contoh Anti virus.



Driver Software yang membuat Windows atau Operasi lainnya dapat berkomunikasi dengan sebuah peripheral.



Registry adalah tempat penyimpanan terpusat bagi informasi perangkat keras dan perangkat lunak yang terpasang pada sebuah Komputer dengan system Operasi Windows



Attenuation Penurunan daya sinyal selama pengiriman data/informasi berlangsung besarnya diukur dalam satuan decibel (db).



Applet Biasa dikenal dengan Java Applet, merupakan suatu program komputer yang telah dikompilasi menjadi bytecode yaitu suatu keadaan program yang dapat dieksekusi langsung. Program ini akan dieksekusi oleh Java Virtual Machine, yang bisa berupa Web Browser seperti Netscape Navigator atau Microsoft Internet Explorer.



Bookmark Suatu catatan elektronik di dalam browser yang berisi alamat-alamat ke tempat yang kita senangi di internet.



Banner Salah satu bagian dari halaman web yang berisi iklan yang biasanya memiliki standar ukuran dalam bentuk pixels.


Database Merupakan suatu himpunan file yang terhubung secara logik yang memiliki common access. Semua besaran data ditujukan pada beberapa sistem yang berhubungan. Sebuah databasee dapat memiliki beberapa data item yang bisa dipasang ke dalam banyak tipe perekaman yang berbeda.


DNS DNS atau Domain Name System adalah suatu sistem untuk memetakan IP address dan nama host, dan untuk sarana bantu penyampaian email (email routing).



Email Singkatan dari Electronic Mail, yang merupakan cara berinteraksi para pengguna komputer dalam berkirim surat melalui Internet.



Emoticon Singkatan dari Emotion Icon, lambang atau gambar yang digunakan untuk mempermudah percakapan saat kita ber- chatting ria terutama untuk mengekspresikan diri, contohnya adalah; :-){tersenyum}, :-({sedih}, dll.



Encryption Adalah pengcakan atau penyandian data untuk keamanan data.



End system Adalah suatu device dalam sistem komunikasi yang berfungsi sebagai sumber atau tujuan akhir suatu data.



FAQ FAQ atau Frequently Asked Question adalah suatu kumpulan dari pertanyaan yang sering diajukan (beserta jawabannya).



Finger Adalah aplikasi yang menampilkan informasi tentang user tertentu atau semua user yang sedang login pada local system atau pada remote system. Yang ditampilkan biasanya nama panjang user, waktu login terakhir, waktu idle, terminal line dan lokasi terminal



Firewall Suatu program yang diterapkan untuk melindungi jaringan komputer terhadap akses-akses tertentu dari luar jaringan.



Fragment Adalah suatu bagian dari paket. Saat router mengirimkan sebuah paket IP ke suatu jaringan yang memiliki ukuran paket maksimum yang lebih kecil dari ukuran paket itu sendiri, maka paket tersebut menjadi fragment-fragmetn. Fragment-fragment ini kemudian akan disusun kembali pada lapisan IP pada host tujuan.



FTP FTP atau File Transfer Protokol adalah suatu protokol internet yang digunakan untuk mentransfer file ke sebuah web server di internet sehingga file tersebut bisa diakses dari mana pun juga. Untuk memasuki FTP web server, seseorang harus mempunyai username dan password. FTP juga bisa disetting "Anonymous", sehingga orag yang memasuki suatu alamat FTP, tidak memerlukan username dan password. FTP di internet dikenali pada port 21.



GIF Gif atau Graphics Interchange Format merupakan suatu format file untuk menyimpan data yang berupa gambar. Gif ini dikembangkan pertama kali oleh Compuserve.



HTTP HTTP atau HyperText Transfer Protocol adalah suatu protokol internet yang digunakan oleh World Wide Web. Dengan protokol ini sebuah web client (dalam hal ini browser) seperti Internt Explorer atau Netscape dapat melakukan pertukaran data hypermedia, seperti teks, gambar, suara, bahkan video dengan Web server. HTTP pertama kali dibuat oleh Tim Berners-Lee pada tahun 1990, dengan versi HTTP/0.9. Versi terbaru HTTP adalah HTTP/1.1.



IMAP IMAP atau Internet Message Access Protocol adalah protokol standar untuk mengakses atau mengambil e-mail dari server. IMAP memungkinkan pengguna memilih pesan e-mail yang akan diambil, membuat folder di server, mencari pesan e-mail tertentu, bahkan menghapus pesan e-mail yang ada. Kemampuan ini jauh lebih baik daripada POP (Post Office Protocol) yang hanya memperbolehkan kita mengambil/download semua pesan yang ada tanpa kecuali. [pengirim : Sari]



Java Adalah bahasa pemrograman tingkat tinggi berorientasi obyek yang dikembangkan pertama kali oleh Sun Microsystem pada tahun 1995. Source code bahasa Java berakhiran .java dan setelah dikompilasi menjadi file bytecode berakhiran .class. Keunggulan utama bahasa Java adalah multiplatform, yaitu dapat dijalankan pada bermacam-macam system operasi, seperti UNIX, Macintosh dan Windows, berkat adanya interpreter Java bernama Java Virtual Machine (JVM). Java menjadi populer karena banyak digunakan pada aplikasi World Wide Web dalam bentuk aplikasi kecil bernama Java Applet.



Kernel Merupakan inti dari suatu sistem operasi yang berfungsi untuk mengatur system resources.


MP3 Sebuah file extensi yang diasosiasikan kepada Mpeg Audio Layer 3. Jenis file ini memungkinkan penyimpanan file audio/musik dalam ukuran byte yang relatif kecil tanpa pengurangan kualitas yang berarti.



Moderator Adalah orang yang bertanggung jawab atau mengatur suatu mailing list atau news group. Moderator dapat menentukan siapa saja yang dapat melakukan posting ke suatu mailing list, dapat mengeluarkan seseorang dari suatu mailing list, dsb.



Mirror site Merupakan duplikat dari suatu situs yang ditempatkan pada server yang berbeda dengan server aslinya. Fungsi mirror site ini adalah untuk mengurangi kemacetan lalu lintas data pada suatu situs.



OS/2 Adalah sistem operasi yang dikeluarkan oleh perusahaan komputer IBM.



Query Adalah suatu extracting data dari suatu database dan menampilkannya untuk "pengolahan" lebih lanjut.



Traffic Dalam dunia telekomunikasi diukur dalam satuan Erlang, adalah jumlah muatan yang ada atau terkandung didalam sebuah saluran komunikasi dimana terjadi interaksi antara server/provider dengan user, makin sedikit traffic yang terjadi makin cepat aksesnya.



Virus Adalah suatu program yang dapat menggandakan dirinya sendiri pada suatu sistem komputer. Virus ini biasanya mempunyai aksi yang merusak dan cenderung merugikan pengguna komputer.



VRML VRML atau Virtual Reality Modeling Language adalah sebuah spesifikasi untuk menampilkan gambar obyek 3D melalui world wide web. Supaya kita dapat melihat sebuah situs yang memuat VRML maka kita harus melengkapi browser kita dengan plugin VRML.



Selasa, 13 Oktober 2009

Menuliskan teks panjang dalam sel - Excel 2000

Jika anda menuliskan teks panjang dalam sel dalam program kalkulasi tabel seperti Excel. teks akan terus memanjang seakan melebihi sel itu sendiri, namun sebenarnya tetap berada dalam sel. dengan metode ini anda akan dapat menuliskan teks panjang dalam lebih dari satu baris dalam satu sel. langkah pertama yaitu :
Pilih sel yang akan anda masukkan teks panjang, kemudian masuklah kedalam menu "Format | Cells", pilih tab "Alignment" lalu pada bagian "Vertical" pilih "Top". sedangkan pada bagian "Text Control", klik pilihan "Wrap text". setelah itu klik OK.
Dengan pengaturan ini, anda dapat menuliskan beberapa baris kalimat pada sebuah sel. oleh karena tombol ENTER akan membawa anda berpindah ke sel lain. untuk menambah beberapa spasi atau baris dibawahnya anda dapat menggunakan kombinasi tombol (Alt + ENTER).

Keterangan Gambar





Minggu, 11 Oktober 2009

Menuliskan Bilangan Pecahan Excel 2000

Ketika bekerja dalam Excel, anda mungkin menemui kesulitan dalam menuliskan sebuah bilangan Pecahan dalam sebuah sel. karena Excel secara otomatis membuat perhitungan waktu. padahal yang anda inginkan menampilkan bilangan pecahan. ????? ahlipc menjawab :
Untuk bilangan pecahan anda harus memperhatikan aturan penulisannya, dengan menambahkan angka "0" didepan angka pecahan tersebut. namun anda harus memperhatikan Spasi di antara angka pecahan. contoh "0 4/20"

Keterangan Gambar



Kamis, 08 Oktober 2009

Tips Bagaimana Caranya untuk Menghindari Spam

Kegiatan spam yang semakin marak akhir-akhir ini di internet sangat mengganggu kita semua. Hal ini jelas juga mengganggu jalannya dunia bisnis dimana banyak perusahaan yang mengaku sangat dirugikan akibat dari e-mail spam ini. Spam sebenarnya bisa dicegah dengan mengubah pola berinternet kita supaya lebih aman dari gangguan spam. Bagaimana caranya? Melalui tulisan ini akan dibahas mengenai beberapa cara dalam menghindari spam. Gunakan software anti-spam Software anti-spam bisa mengurangi e-mail yang tidak Anda inginkan yang masuk ke mailbox Anda. Software ini tentunya juga membutuhkan bantuan Anda untuk bisa belajar mana e-mail yang berupa spam ataupun bukan.

Jangan pernah melakukan transaksi yang berasal dari penawaran e-mail yang tidak jelas Dengan Anda melakukan transaksi melalui e-mail yang sebenarnya adalah spam, maka Anda sudah terjebak dalam jaringan spam itu sendiri. Alamat e-mail Anda akan terekam untuk digunakan leih lanjut oleh spammer dalam pengiriman spam berikutnya. Lebih parah lagi, alamat e-mail Anda dapat dijual kepada pihak lain atau para spammer lainnya. Ini akan membuat Anda menerima lebih banyak spam dan efek lainnya adalah Anda bisa saja menjadi korban dari kegiatan fraud.

Jika tidak mengenal pengirim e-mailnya, maka hapus saja Spam sering kali dikirimkan dengan alamat pengirim (baik nama ataupun e-mail) yang tidak jelas. Lebih baik Anda langsung hapus saja e-mail yang datangnya tidak jelas ini sebelum membukanya. E-mail seperti itu bisa saja membawa virus yang dapat merusak komputer dan data Anda.

Jangan pernah merespon e-mail spam atau mengklik apapun di dalamnya Jika Anda me-reply e-mail spam -- biarpun itu Anda melakukan unsubscribe di dalamnya -- itu akan membuat e-mail Anda dicatat sebagai e-mail yang valid oleh si spammer dan akan dicatat ke dalam database-nya. E-mail Anda akan menerima lebih banyak spam dari si spammer tadi.

Jangan pilih opsi-opsi yang disediakan oleh suatu website akan suatu informasi Seringkali jika Anda sedang mengisi formulir dalam suatu website, biasanya pada bagian akhir akan diberi beberapa pilihan (berupa checkbox) apakah Anda bersedia menerima informasi leih lanjut mengenai suatu hal. Hati-hatilah menghadapi hal ini. Anda harus benar-benar yakin dalam mencentang checkbox yang ada. Jika tidak yakin, pilihlah opsi yang benar-benar Anda inginkan. Jangan semuanya. Ini akan membuat Anda menerima e-mail yang sebenarnya informasinya tidak Anda butuhkan.

Jangan gunakan "preview mode" dalam e-mail client Anda Banyak spammer saat ini yang sanggup untuk melacak apakah e-mail spam mereka sudah dibaca oleh korban, bahkan jika Anda tidak mengklik apapun di dalam e-mail spamnya. Ini biasanya terjadi pada e-mail client yang ada fasilitas preview mode-nya sehingga si spammer bisa tahu apakah Anda sedang membuka e-mail spamnya. Ketika melakukan check e-mail sebaiknya matikan fasilitas previe mode dan hanya buka bagian subject atau judul e-mailnya saja.

Gunakan "bcc" jika Anda mengirimkan e-mail ke banyak pihak Bcc merupakan singkatan dari blind carbon copy. Ini digunakan untuk menyembunyikan daftar penerima e-mail dari user lainnya. Konsep kerjanya sama seperti "cc" (carbon copy) hanya saja kalau "bcc" tidak terlihat. Misalnya Anda mengirimkan e-mail kepada 50 orang teman Anda. Pada bagian to letakkan salah satu alamat e-mail target dan 49 alamat lainnya letakkan pada bagian "bcc". Dengan ini maka si spammer tidak akan pernah tahu alamat 49 e-mail yang lain dan hal ini akan membuat risiki spam semakin lebih kecil.

Sebaiknya tidak mempublish alamat e-mail penting Anda di internet Jangan publish e-mail Anda di website, newsgroup, mailing list, web forum dan lain sebagainya. Para spammer yang sangat pintar dewasa ini sudah mampu menggunakan program yang bisa melakukan surfing ke internet dan mengambil alamat e-mail yang ada di website dan lain-lain. Bahaya bukan?

Hanya berikan alamat e-mail penting Anda kepada orang yang Anda percaya Berikan alamat e-mail Anda hanya kepada kenalan atau orang-orang terdekat yang terpercaya saja. Lebih baik lagi jika mereka semua sudah mengerti mengenai bahaya spam ini.

Gunakan secondary e-mail address untuk kontak lainnya Sebaiknya Anda memiliki alamat e-mail tidak hanya satu buah. Ini penting jika Anda sering mendaftarkan e-mail Anda ke suatu website di internet. Ketika Anda mendaftarkan diri pada suatu website, maka Anda bisa gunakan alamat e-mail sekunder Anda sehingga tidak akan terlalu mengganggu Anda jika terkena spam.


Selasa, 06 Oktober 2009

Tips Calkulasi Number of Minute dalam Microsoft Excel 2000

Tips Calkulasi Number of Minute dalam Microsoft Excel 2000
------------------------------------------------------------------------

Data in cell A1:B2


A B
1 End Date/Time 05/11/2003 15:33 <-- =NOW()
2 Start Date/Time 10/01/2002 9:33 <-- =NOW()-222.25

Formula in cell E2: =(B1-B2)*1440 ( 24 hours*60 minutes=1440 )

Format in cell E2: regular number format

Result: 320,040 minutes


Screenshot // Calculate number of minutes between dates - time in Microsoft Excel




Senin, 05 Oktober 2009

Antara SCSI dan ATA

Meskipun keduanya berbeda, bukan berarti saling menjatuhkan. Justru sebaliknya, keduanya saling memberikan dukungan. ATA dengan Serial ATA-nya dan SCSI dengan Serial Attached SCSI-nya, di masa yang akan datang siap melakukan kolaborasi yang sudah dinantinantikan server Anda.

Perkembangan teknologi digital memang semakin pesat. Meskipun teknologi kompresi data telah semakin canggih, jumlah data yang bertambah dari masa ke masa tidak dapat membendung ruang data yang semakin lama tetap meluas.

Lihat saja data dalam komputer Anda. Meskipun data lama sudah di-zip, kebutuhan akan ruang harddisk yang semakin besar rasanya sulit dibendung. Dulu dengan hanya 4,3 GB kita sudah merasa cukup, sekarang 80 GB rasanya masih agak sesak.

Selain kapasitas, hal lain yang ikut diperhitungkan adalah kecepatan transmisi data. Semakin besar data yang harus lalu-lalang, maka aspek transmisi semakin diperhitungkan. Terlebih lagi untuk data yang membutuhkan ketepatan waktu dan terakses secara terus menerus. Seperti data rekening pada sebuah bank yang online 24 jam, atau data sebuah perusahaan yang melayani penjualan online atau seorang video editor yang mengedit gambar dan suara yang ukuran file-nya sangat besar.

Dalam setahun belakangan ini, salah satu terobosan yang terjadi adalah dengan diluncurkannya Serial ATA atau yang dikenal dengan sebutan SATA. Yang kemudian diikuti dengan diluncurkannya Serial SCSI atau yang disebut juga SAS.

Ini bukan kali pertama, kedua teknologi ini harus bertemu secara bersamaan. Kita ketahui bahwa keberadaan SCSI sudah mulai ada sejak tahun 1970. Dan teknologi ATA juga sudah dikenal sejak waktu yang tidak berbeda jauh. Namun, di antara keduanya tidak pernah terjadi persaingan.

Koneksi ATA mendominasi pasar komputer personal, sedangkan koneksi SCSI banyak digunakan untuk koneksi dalam server. Dan bila ATA juga lebih banyak digunakan pada media penyimpanan, seperti harddisk dan CD-ROM, maka SCSI masih lebih luas. Kehadirannya juga dimanfaatkan oleh perangkat digital lain yang membutuhkan transmisi data yang cepat dan ber-bandwidth besar, seperti printer dan scanner profesional atau harddsik pada server.

ATA
ATA (Advance Technology Attachment) lebih digunakan oleh komputer personal dan workstation, sebab ATA lebih murah diimplementasikan dibandingkan SCSI. Untuk menggunakan ATA, Anda tidak memerlukan kartu SCSI Card sebagai alat tambahan. Berbeda dengan SCSI yang membutuhkan kartu tambahan.

ATA yang kali pertama dikembangkan oleh IBM ini telah menjadi standar komunikasi untuk harddisk, CD-ROM, DVD-ROM, dan optik drive sejenisnya. Pada sebuah konektor/channel ATA, hanya dapat digunakan satu kabel ATA. Dan setiap satu kabel ATA, maksimal dua perangkat ATA dapat dihubungkan. Yang pertama akan diberi nama device 0 dan yang kedua diberi nama device 1.

ATA dikenal juga dengan sebutan IDE (Integrated Drive Electronic). Ada tiga jenis transfer mode yang dikembangkan oleh ATA, yaitu PIO, DMA, dan Ultra DMA.

PIO (Programmed Input/Output) adalah transfer mode yang membutuhkan interferensi microprocessor. DMA (Direct Memory Access) adalah transfer mode yang dapat dilakukan tanpa interferensi dari microprocessor.

Dan yang dimaksud dengan Ultra DMA adalah sama dengan DMA, hanya saja pada Ultra DMA terdapat tiga tambahan. Yang pertama adalah double clocking untuk mempercepat proses transfer, CRC (Cyclic Redundancy Check) Error Checking dan correcting untuk meningkatkan integritas data yang ditransfer.

Pada awal munculnya ATA, yaitu ATA-1 dengan kemampuan transfer mode PIO mode 0, mampu mentransfer data dengan kecepatan sampai 3,33 M/detik. Sedangkan FAST ATA yang diluncurkan setelahnya mampu mentransfer data sampai kecepatan 11,1 MB/detik dengan transfer mode PIO dan DMA.

Setelah versi FAST ATA, kemudian muncul ATA-2 dengan kecepatan 13,3 MB/detik. Pada kemunculan ATA-2 inilah, koneksi ini mulai dipergunakan pada CD-ROM. Lalu muncul ATA-3 dengan kecepatan 16,6 MB/detik. Kemudian barulah muncul ATA-4 dengan transfer mode Ultra DMA yang membuat kecepatan ATA meningkat sampai dua
kalinya, yaitu 33,3 MB/detik. Kemudian muncul ATA-5 yang memiliki kecepatan sampai 66,6 MB/detik.

Meskipun jenis dan kecepatan ATA mengalami perkembangan, tidak halnya dengan koneksi yang digunakan oleh ATA itu sendiri. Bentuk koneksi ATA lebih bertahan, sehingga hampir tidak terlihat perubahan secara fisik. Bentuk kabel ATA adalah pipih dengan jumlah pin 40 buah. Anda tidak akan pernah salah mencolokkan pin ATA.

Tetapi untuk koneksi yang lebih baik, ATA juga menawarkan kebal yang lebih banyak yaitu 80 kabel. Bedanya ATA 80 kabel dengan ATA 40 kabel adalah jumlah ground yang lebih banyak. Untuk yang 80 kabel, setiap kabel sinyal diberikan juga kabel untuk ground. Karena hal ini, maka jumlah kabelnya menjadi dua kali lipat. ATA 80 kabel lebih kuat terhadap induksi medan magnet dari kabel-kebal sekitarnya. Sehingga kecepatan transmisi pun dapat lebih baik. Dengan ATA 80 kabel, transmisi ATA Ultra DMA 66 yang standar dapat mencapai 66 MB/detik.

Sedangkan, bentuk kabel keduanya tidak memiliki perbedaan sebab meskipun jumlah kabelnya 80 buah, pin yang dimiliki tetap 40 buah. Penerapan pin dengan 80 kabel ini sudah dilakukan pada ATA Ultra DMA 3 (ATA 5) sampai Ultra DMA 6 (ATA 7).

Device 0 biasanya disebut juga master, dan device 1 biasanya disebut slave. Pada operating system, master akan muncul lebih dulu dibandingkan slave. Dan setiap kabel yang terpasang akan memprioritaskan master, artinya bila hanya ada satu device yang terpasang maka device tersebut secara otomatis akan menjadi master. Namun, ada juga beberapa komponen yang terpasang secara single berperan sebagai slave. Contohnya adalah produk yang dimiliki oleh Western Digital yang memiliki pengaturan tambahan untuk hal tersebut.

SCSI
Jika membutuhkan koneksi yang lebih cepat lagi, maka saatnya mempertimbangkan SCSI. SCSI memang lebih mahal tapi SCSI jauh lebih cepat. SCSI juga lebih luas dalam penggunaannya. Tidak hanya harddisk saja yang dapat menggunakan SCSI, melainkan juga perangkat digital lain yang membutuhkan transmisi yang ber-bandwidth besar, berkecepatan tinggi, dan stabil.

SCSI (Small Computer System Interface) awalnya bernama SASI (Shugart Associate System Interface) sesuai dengan nama yang kali pertama menemukannya, yaitu Alan Shugart.

SASI atau SCSI-1 memiliki dua macam kecepatan, yaitu 3,5 MB/detik atau 5 MB/detik. Keduanya bekerja secara asynchronous. Dan panjang kabelnya dapat mencapai 6 meter. Bandingkan dengan ATA yang hanya 45 cm.

Kemudian versi kedua SCSI yang diluncurkan pada tahun 1989 muncul dalam dua varian. Yang pertama mendapat julukan Fast SCSI yang kedua mendapat julukan Wide SCSI. Fast SCSI memiliki kecepatan 10 MB/detik dan Wide SCSI memiliki keceaptan 20 MB/detik. Tidak hanya dari segi kecepatan saja yang berbeda, keduanya juga menggunakan bus width yang berbeda juga. Fast SCSI dengan 8-bit bus width dan Wide SCSI dengan 16-bit. Karena bus width inilah Wide SCSI mendapatkan namanya. Sayangnya, pada SCSI versi ini terdapat degradasi jarak kabel yang hanya mencapai 3 meter saja.

Kemudian keluar versi yang ketiga yang muncul dalam dua varian juga, yaitu Ultra SCSI dan Ultra Wide SCSI. Ultra SCSI menggunakan bus width 8-bit dan Ultra Wide SCSI menggunakan 16-bit. Kecepatan SCSI versi ketiga ini masing-masing dua kali lipat lebih cepat dari versi sebelumnya. Namun, masalah jarak memang belum dapat ditingkatkan. Bahkan kendala kabel ini sering menjadi alasan ketidakstabilan SCSI.

Pada tahun 1997, versi yang terbaru dari SCSI kembal diluncurkan yaitu Ultra-2 SCSI. Dengan fitur LVD (Low Voltage Differential), kendala jarak pada versi sebelumnya dapat diatasi. Ultra-2 yang juga diluncurkan dalam dua versi Ultra2 SCSI dan Ultra2 Wide SCSI mampu menggunakan kabel sampai 12 meter. Kecepatan Ultra-2 SCSI adalah 40 MB/detik dengan bus width tetap 8-bit dan untuk Ultra-2 Wide SCSI bus width-nya adalah 16-bit dan kecepatannya adalah 80 MB/detik.

SCSI baru menambahkan fitur CRC (Cyclic Redundancy Check) error checking pada versi Ultra3-nya. Ultra3 disebut juga Ultra-160 karena kecepatan Ultra3 memang 160 MB/detik. Selain CRC, pada Ultra3 juga terdapat validasi domain (domain validation). Jika pin ATA tidak mengalami perkembangan apapun seiring dengan meningkatnya kualitas transmisi, beda halnya dengan pin SCSI yang ditawarkan dengan lebih bervariasi. Untuk kabel internal tidak berbeda jauh dengan kabel ATA, namun untuk koneksi eksternal agak sedikit berbeda.

SCSI lebih cepat dan stabil dibandingkan ATA, SCSI juga lebih mahal. Di samping kedua hal tersebut ada beberapa hal lain yang juga membedakan SCSI dengan ATA:

  • Buffer
    Buffer memory yang dimiliki oleh SCSI sebenanrnya lebih besar dari ATA. Namun belakangan, harddisk ATA menambahkan jumlah cache memory-nya sehingga hal ini dapat meningkatkan performa ATA itu sendiri.
  • RPM
    RPM adalah singkatan dari Rotation Per Minute. Nilai RPM adalah nilai kecepatan putaran piringan dalam harddisk. Semakin cepat putaran sebuah harddisk, maka data di dalamnya lebih mudah diakses. RPM harddisk SCSI lebih besar daripada harddisk ATA. Ini artinya data pada SCSI lebih cepat diakses ketimbang data pada ATA.
  • Seek Time
    Seek time adalah waktu yang dibutuhkan untuk mencari data. Seek time SCSI harddisk juga lebih cepat dibandingkan harddisk ATA.
  • Kapasitas
    Kapasitas harddisk pada ATA lebih besar dibandingkan SCSI dengan ketebalan yang sama. Sebab data pada setiap piringan SCSI memang lebih sedikit dibandingkan pada ATA. Ini salah satu konsekuensinya yang harus ditanggung oleh user yang menggunakan SCSI. Umumnya untuk kapasitas yang sangat besar, ukuran harddisk SCSI akan menjadi lebih besar dan berat dibandingkan ATA.
  • MTBF
    Mean Time Between Failures atau biasanya yang disingkat MTBF adalah nilai daya tahan suatu produk yang ditentukan berdasarkan research pada produk tersebut. MTBF yang dimiliki oleh harddisk SCSI adalah 1 juta jam. Sedangkan harddisk ATA hanya 500.000 jam. Ini berarti, harddisk SCSI dapat dijalankan sampai 1 juta jam lamanya, sedangkan harddisk ATA akan mati setelah 500.000 jam bekerja.

SATA
SATA adalah singkatan dari Serial ATA. Selama ini apa yang disebut ATA merupakan transmisi paralel. Oleh sebab itu, dengan keluarnya Serial ATA, ATA yang ada sebelumnya disebut juga Paralel ATA.

Perbedaan yang sangat mencolok antara Paralel ATA dengan Serial ATA adalah penampilan kabel keduanya. Jika Paralel ATA memiliki kabel yang sangat lebar, sebaliknya lebar kabel Serial ATA hanya 8 mm saja. Jauh lebih kecil dibandingkan kabel Paralel ATA. Panjang kabel pun berbeda, maksimal panjang kabel Paralel ATA hanya 45 cm. Serial ATA mampu melakukan transmisi dengan panjang kabel sampai 1 meter.

Setiap satu kabel Serial ATA hanya dapat digunakan untuk koneksi satu buah perangkat saja. Sehingga bandwidth transmisi dapat lebih maksimal pada Serial ATA dibandingkan Paralel ATA. Bila port yang disediakan motherboard tidak mencukupi, maka Anda dapat menggunakan SATA Expander.

Pada versi Serial ATA yang pertama yaitu SATA 1.0, kecepatan maksimal transmisi adalah 150 MB/detik. Kecepatan ini meningkat pada versi SATA II yang diluncurkan tahun 2004 lalu, yaitu mencapai 300 MB/detik. Dan rencananya pada tahun 2007, akan ditingkatkan lagi menjadi 600 MB/ detik.

Selain berbeda kabel data dengan ATA, SATA juga menggunakan kabel power yang berbeda dengan ATA. Bentuk kabelnya hampir sama dengan kabel data, hanya saja lebih panjang sedikit.

Bila Anda memiliki harddisk ATA, namun ingin menggunakan transmisi SATA, maka Anda dapat memasangkan SATA adapter pada harddisk (seperti terlihat pada gambar). SATA harddisk juga dapat dihubungkan ke Serial Attached SCSI controller untuk kemudian berkomunikasi dengan menggunakan sistem Serial Attached SCSI. Sebaliknya, perangkat Serial Attached SCSI tidak dapat dipasangkan pada SATA controller.

SAS
SAS merupakan singkatan dari Serial-Attached SCSI. Sesuai namanya, SAS adalah SCSI yang terpasangkan secara paralel. Oleh sebab itu, interface SAS adalah point to point. SAS merupakan versi SCSI yang lebih baik dari yang sebelumnya, yang terpasang secara
paralel atau yang kini disebut juga Paralel SCSI. SAS mengatasi degradasi bandwidth yang dialami oleh Paralel SCSI pada signal rate yang tinggi. Dari segi ukuran, keduanya memiliki pin yang juga berbeda. Pin SAS lebih kecil dibandingkan Paralel SCSI, hal ini membuat SAS dapat juga digunakan pada harddisk yang lebih kecil, seperti 2,5 inci drive yang digunakan untuk harddisk notebook.

SAS mulai dikembangkan oleh SAS Working Group pada tahun 2001. Working group ini sendiri terdiri dari beberapa perusahaan komputer raksasa, seperti IBM, HP, Maxtor, Seagate, dan LSI Logic.

Kecepatan yang dimiliki oleh SAS adalah 300 MB/detik. Lebih kecil memang dari SCSI Ultra 320 yang terbaru, yang mampu melakukan transmisi dengan kecepatan 320 MB/detik. Hanya saja, satu kelebihan yang sangat signifikan dari SAS adalah transmisi dilakukan dengan full duplex, sedangkan SCSI Ultra 320 adalah transmisi half duplex. Artinya, transmisi SAS dilakukan secara dua arah sekaligus, sedangkan SCSI Ultra 320 searah secara bergantian.

Tidak hanya itu saja, SAS dapat melakukan transmisi multilink yang dapat digunakan untuk meningkatkan bandwidth-nya multilink pada SAS dapat dilakukan 1x, 2x, 3x, sampai 4x. Ini artinya, kecepatan transmisi dengan SA dapat ditingkatkan 4×300 MB/detik, yaitu 1200 MB/detik.

SAS yang mampu digunakan untuk mendukung 16256 perangkat sekaligus, pada tahun 2010 diharapkan dapat melakukan transmisi dengan kecepatan 1,25 GB/detik, empat kali lipat lebih dari kecepatannya saat ini.


Yang Mana?
Bagaimana? Apa yang akan Anda pilih. Masing-masing transmisi memiliki kelebihan dan kekurangannya. Sebaiknya Anda melihat kembali kebutuhan yang akan digunakan.

Jika untuk digunakan pada server, tidak ada salahnya melirik SCSI atau SAS. Atau dengan menggunakan perangkat SATA yang lebih murah dari SAS, kemudian menghubungkannya ke SAS controller.

Tetapi jika hanya akan digunakan untuk komputer personal, menggunakan ATA tidak terlalu menjadi masalah. Meskipun saat ini sudah semakin banyak harddisk yang menggunakan SATA dan sudah semakin banyak pula motherboard yang menyediakan koneksinya.

Namun, tetap saja semuanya kembali lagi kepada Anda, ke mana pilihan akan Anda jatuhkan.

Minggu, 04 Oktober 2009

OSPF, Routing Protokol untuk Jaringan Lokal

Kekuatan dari OSPF ada pada sistem hirarkinya yang diterapkan dalam sistem area. Penyebaran informasi routing menjadi lebih teratur dan juga mudah untuk di-troubleshooting.

Langkah pertama yang harus dilakukan oleh OSPF adalah membentuk komunikasi dengan para router tetangganya. Tujuannya adalah agar informasi apa yang belum diketahui oleh router tersebut dapat diberi tahu oleh router tetangganya.

Begitu pula router tetangga tersebut juga akan menerima informasi dari router lain yang bertindak sebagai tetangganya. Sehingga pada akhirnya seluruh informasi yang ada dalam sebuah jaringan dapat diketahui oleh semua router yang ada dalam jaringan tersebut. Kejadian ini sering disebut dengan istilah Convergence.

Setelah router membentuk komunikasi dengan para tetangganya, maka proses pertukaran informasi routing berlangsung dengan menggunakan bantuan beberapa paket khusus yang bertugas membawa informasi routing tersebut. Paket-paket tersebut sering disebut dengan istilah Link State Advertisement packet (LSA packet). Selain dari hello packet, routing protokol OSPF juga sangat bergantung kepada paket jenis ini untuk dapat bekerja.

OSPF memang memiliki sistem update informasi routing yang cukup teratur dengan rapi. Teknologinya menentukan jalur terpendek dengan algoritma Shortest Path First (SPF) juga sangat hebat. Meskipun terbentang banyak jalan menuju ke sebuah lokasi, namun OSPF dapat menentukan jalan mana yang paling baik dengan sangat tepat. Sehingga komunikasi data Anda menjadi lancar dan efisien.

Namun ada satu lagi keunggulan OSPF, yaitu konsep jaringan hirarki yang membuat proses update informasinya lebih termanajemen dengan baik. Dalam menerapkan konsep hirarki ini, OSPF menggunakan pembagian jaringan berdasarkan konsep area-area. Pembagian berdasarkan area ini yang juga merupakan salah satu kelebihan OSPF.

Untuk Apa Konsep Area dalam OSPF?
OSPF dibuat dan dirancang untuk melayani jaringan lokal berskala besar. Artinya OSPF haruslah memiliki nilai skalabilitas yang tinggi, tidak mudah habis atau “mentok” karena jaringan yang semakin diperbesar. Namun nyatanya pada penerapan OSPF biasa, beberapa kejadian juga dapat membuat router OSPF kewalahan dalam menangani jaringan yang semakin membesar. Router OSPF akan mencapai titik kewalahan ketika:

  • Semakin membesarnya area jaringan yang dilayaninya akan semakin banyak informasi yang saling dipertukarkan. Semakin banyak router yang perlu dilayani untuk menjadi neighbour dan adjacence. Dan semakin banyak pula proses pertukaran informasi routing terjadi. Hal ini akan membuat router OSPF membutuhkan lebih banyak sumber memory dan processor. Jika router tersebut tidak dilengkapi dengan memory dan processor yang tinggi, maka masalah akan terjadi pada router ini.
  • Topology table akan semakin membesar dengan semakin besarnya jaringan. Topology table memang harus ada dalam OSPF karena OSPF termasuk routing protocol jenis Link State. Topology table menrupakan tabel kumpulan informasi state seluruh link yang ada dalam jaringan tersebut. Dengan semakin membesarnya jaringan, maka topology table juga semakin membengkak besarnya. Pembengkakan ini akan mengakibatkan router menjadi lama dalam menentukan sebuah jalur terbaik yang akan dimasukkan ke routing table. Dengan demikian, performa forwarding data juga menjadi lamban.
  • Topology table yang semakin membesar akan mengakibatkan routing table semakin membesar pula. Routing table merupakan kumpulan informasi rute menuju ke suatu lokasi tertentu. Namun, rute-rute yang ada di dalamnya sudah merupakan rute terbaik yang dipilih menggunakan algoritma Djikstra. Routing table yang panjang dan besar akan mengakibatkan pencarian sebuah jalan ketika ingin digunakan menjadi lambat, sehingga proses forwarding data juga semakin lambat dan menguras tenaga processor dan memory. Performa router menjadi berkurang.

Melihat titik-titik kelemahan OSPF dalam melayani jaringan yang berkembang pesat, maka para pencipta routing protokol ini juga tidak membiarkannya saja. Untuk itu, routing protokol ini dilengkapi dengan sistem hirarki yang berupa pengelompokan router-router OSPF dalam area. Dengan membagi-bagi router dalam jaringan menjadi tersegmen, maka akan banyak keuntungan yang akan didapat, khususnya untuk menangani masalah ketika jaringan semakin membesar dan perangkatnya semakin kehabisan tenaga. Untuk tujuan inilah konsep area diciptakan dalam routing protokol OSPF.

Bagaimana Konsep Area Dapat Mengurangi Masalah?
Ketika sebuah jaringan semakin membesar dan membesar terus, routing protokol OSPF tidak efektif lagi jika dijalankan dengan hanya menggunakan satu area saja. Seperti telah Anda ketahui, OSPF merupakan routing protokol berjenis Link State. Maksudnya, routing protokol ini akan mengumpulkan data dari status-status setiap link yang ada dalam jaringan OSPF tersebut.

Apa jadinya jika jaringan OSPF tersebut terdiri dari ratusan bahkan ribuan link di dalamnya? Tentu proses pengumpulannya saja akan memakan waktu lama dan resource processor yang banyak. Setelah itu, proses penentuan jalur terbaik yang dilakukan OSPF juga menjadi sangat lambat.

Berdasarkan limitasi inilah konsep area dibuat dalam OSPF. Tujuannya adalah untuk mengurangi jumlah link-link yang dipantau dan dimonitor statusnya agar penyebaran informasinya menjadi cepat dan efisien serta tidak menjadi rakus akan tenaga processing dari perangkat router yang menjalankannya.

Bagaimana Informasi Link State Disebarkan?
Untuk menyebarkan informasi Link State ke seluruh router dalam jaringan, OSPF memiliki sebuah sistem khusus untuk itu. Sistem ini sering disebut dengan istilah Link State Advertisement (LSA). Dalam menyebarkan informasi ini, sistem LSA menggunakan paket-paket khusus yang membawa informasi berupa status-status link yang ada dalam sebuah router. Paket ini kemudian dapat tersebar ke seluruh jaringan OSPF. Semua informasi link yang ada dalam router dikumpulkan oleh proses OSPF, kemudian dibungkus dengan paket LSA ini dan kemudian dikirimkan ke seluruh jaringan OSPF.

Apa sih Paket LSA?
Seperti telah dijelaskan di atas, paket LSA di dalamnya akan berisi informasi seputar link-link yang ada dalam sebuah router dan statusnya masing-masing. Paket LSA ini kemudian disebarkan ke router-router lain yang menjadi neighbour dari router tersebut. Setelah informasi sampai ke router lain, maka router tersebut juga akan menyebarkan LSA miliknya ke router pengirim dan ke router lain.

Pertukaran paket LSA ini tidak terjadi hanya pada saat awal terbentuknya sebuah jaringan OSPF, melainkan terus menerus jika ada perubahan link status dalam sebuah jaringan OSPF. Namun, LSA yang disebarkan kali pertama tentu berbeda dengan yang disebarkan berikutnya. Karena LSA yang pertama merupakan informasi yang terlengkap seputar status dari link-link dalam jaringan, sedangkan LSA berikutnya hanyalah merupakan update dari perubahan status yang terjadi.

Paket-paket LSA juga dibagi menjadi beberapa jenis. Pembagian ini dibuat berdasarkan informasi yang terkandung di dalamnya dan untuk siapa LSA ini ditujukan. Untuk membedakan jenisjenisnya ini, OSPF membagi paket LSA nya menjadi tujuh tipe. Masing-masing tipe memiliki kegunaannya masing-masing dalam membawa informasi Link State. Anda dapat melihat kegunaan masing-masing paket pada tabel “Tipe-tipe LSA packet”.

Tipe-tipe Router OSPF
Seperti telah Anda ketahui, OSPF menggunakan konsep area dalam menjamin agar penyebaran informasi tetap teratur baik. Dengan adanya sistem area-area ini, OSPF membedakan lagi tipe-tipe router yang berada di dalam jaringannya. Tipe-tipe router ini dikategorikan berdasarkan letak dan perannya dalam jaringan OSPF yang terdiri dari lebih dari satu area. Di mana letak sebuah router dalam jaringan OSPF juga sangat berpengaruh terhadap fungsinya. Jadi dengan demikian, selain menunjukkan lokasi di mana router tersebut berada, nama-nama tipe router ini juga akan menunjukkan fungsinya. Berikut ini adalah beberapa tipe router OSPF berdasarkan letaknya dan juga sekaligus fungsinya:

  • Internal Router
    Router yang digolongkan sebagai internal router adalah router-router yang berada dalam satu area yang sama. Router-router dalam area yang sama akan menanggap router lain yang ada dalam area tersebut adalah internal router. Internal router tidak memiliki koneksi-koneksi dengan area lain, sehingga fungsinya hanya memberikan dan menerima informasi dari dan ke dalam area tersebut. Tugas internal router adalah me-maintain database topologi dan routing table yang akurat untuk setiap subnet yang ada dalam areanya. Router jenis ini melakukan flooding LSA informasi yang dimilikinya ini hanya kepada router lain yang dianggapnya sebagai internal router.
  • Backbone Router
    Salah satu peraturan yang diterapkan dalam routing protokol OSPF adalah setiap area yang ada dalam jaringan OSPF harus terkoneksi dengan sebuah area yang dianggap sebagai backbone area. Backbone area biasanya ditandai dengan penomoran 0.0.0.0 atau sering disebut dengan istilah Area 0. Router-router yang sepenuhnya berada di dalam Area 0 ini dinamai dengan istilah backbone router. Backbone router memiliki semua informasi topologi dan routing yang ada dalam jaringan OSPF tersebut.
  • Area Border Router (ABR)
    Sesuai dengan istilah yang ada di dalam namanya “Border”, router yang tergolong dalam jenis ini adalah router yang bertindak sebagai penghubung atau perbatasan. Yang dihubungkan oleh router jenis ini adalah area-area yang ada dalam jaringan OSPF. Namun karena adanya konsep backbone area dalam OSPF, maka tugas ABR hanyalah melakukan penyatuan antara Area 0 dengan area-area lainnya. Jadi di dalam sebuah router ABR terdapat koneksi ke dua area berbeda, satu koneksi ke area 0 dan satu lagi ke area lain. Router ABR menyimpan dan menjaga informasi setiap area yang terkoneksi dengannya. Tugasnya juga adalah menyebarkan informasi tersebut ke masing-masing areanya. Namun, penyebaran informasi ini dilakukan dengan menggunakan LSA khusus yang isinya adalah summarization dari setiap segment IP yang ada dalam jaringan tersebut. Dengan adanya summary update ini, maka proses pertukaran informasi routing ini tidak terlalu memakan banyak resource processing dari router dan juga tidak memakan banyak bandwidth hanya untuk update ini.
  • Autonomous System Boundary Router (ASBR)
    Sekelompok router yang membentuk jaringan yang masih berada dalam satu hak administrasi, satu kepemilikan, satu kepentingan, dan dikonfigurasi menggunakan policy yang sama, dalam dunia jaringan komunikasi data sering disebut dengan istilah Autonomous System (AS). Biasanya dalam satu AS, router-router di dalamnya dapat bebas berkomunikasi dan memberikan informasi. Umumnya, routing protocol yang digunakan untuk bertukar informasi routing adalah sama pada semua router di dalamnya. Jika menggunakan OSPF, maka semuanya tentu juga menggunakan OSPF.

Namun, ada kasus-kasus di mana sebuah segmen jaringan tidak memungkinkan untuk menggunakan OSPF sebagai routing protokolnya. Misalkan kemampuan router yang tidak memadai, atau kekurangan sumber daya manusia yang paham akan OSPF, dan banyak lagi. Oleh sebab itu, untuk segmen ini digunakanlah routing protocol IGP (Interior Gateway Protocol) lain seperti misalnya RIP. Karena menggunakan routing protocol lain, maka oleh jaringan OSPF segmen jaringan ini dianggap sebagai AS lain.

Untuk melayani kepentingan ini, OSPF sudah menyiapkan satu tipe router yang memiliki kemampuan ini. OSPF mengategorikan router yang menjalankan dua routing protokol di dalamnya, yaitu OSPF dengan routing protokol IGP lainnya seperti misalnya RIP, IGRP, EIGRP, dan IS-IS, kemudian keduanya dapat saling bertukar informasi routing, disebut sebagai Autonomous System Border Router (ASBR).

Router ASBR dapat diletakkan di mana saja dalam jaringan, namun yang pasti router tersebut haruslah menjadi anggota dari Area 0-nya OSPF. Hal ini dikarenakan data yang meninggalkan jaringan OSPF juga dianggap sebagai meninggalkan sebuah area. Karena adanya peraturan OSPF yang mengharuskan setiap area terkoneksi ke backbone area, maka ASBR harus diletakkan di dalam backbone area.

Ada Berapa Jenis Area dalam OSPF?
Setelah membagi-bagi jaringan menjadi bersistem area dan membagi router-router di dalamnya menjadi beberapa jenis berdasarkan posisinya dalam sebuah area, OSPF masih membagi lagi jenis-jenis area yang ada di dalamnya. Jenis-jenis area OSPF ini menunjukkan di mana area tersebut berada dan bagaimana karakteristik area tersebut dalam jaringan. Berikut ini adalah jenis-jenis area dalam OSPF:

  • Backbone Area
    Backbone area adalah area tempat bertemunya seluruh area-area lain yang ada dalam jaringan OSPF. Area ini sering ditandai dengan angka 0 atau disebut Area 0. Area ini dapat dilewati oleh semua tipe LSA kecuali LSA tipe 7 yang sudah pasti akan ditransfer menjadi LSA tipe 5 oleh ABR.
  • Standar Area
    Area jenis ini merupakan area-area lain selain area 0 dan tanpa disertai dengan konfigurasi apapun. Maksudnya area ini tidak dimodifikasi macam-macam. Semua router yang ada dalam area ini akan mengetahui informasi Link State yang sama karena mereka semua akan saling membentuk adjacent dan saling bertukar informasi secara langsung. Dengan demikian, semua router yang ada dalam area ini akan memiliki topology database yang sama, namun routing table-nya mungkin saja berbeda.
  • Stub Area
    Stub dalam arti harafiahnya adalah ujung atau sisi paling akhir. Istilah ini memang digunakan dalam jaringan OSPF untuk menjuluki sebuah area atau lebih yang letaknya berada paling ujung dan tidak ada cabang-cabangnya lagi. Stub area merupakan area tanpa jalan lain lagi untuk dapat menuju ke jaringan dengan segmen lain. Area jenis ini memiliki karakteristik tidak menerima LSA tipe 4 dan 5. Artinya adalah area jenis ini tidak menerima paket LSA yang berasal dari area lain yang dihantarkan oleh router ABR dan tidak menerima paket LSA yang berasal dari routing protokol lain yang keluar dari router ASBR (LSA tipe 4 dan 5). Jadi dengan kata lain, router ini hanya menerima informasi dari router-router lain yang berada dalam satu area, tidak ada informasi routing baru di router. Namun, yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana area jenis ini dapat berkomunikasi dengan dunia luar kalau tidak ada informasi routing yang dapat diterimanya dari dunia luar. Jawabannya adalah dengan menggunakan default route yang akan bertugas menerima dan meneruskan semua informasi yang ingin keluar dari area tersebut. Dengan default route, maka seluruh traffic tidak akan dibuang ke mana-mana kecuali ke segmen jaringan di mana IP default route tersebut berada.
  • Totally Stub Area
    Mendengar namanya saja, mungkin Anda sudah bisa menangkap artinya bahwa area jenis ini adalah stub area yang lebih diperketat lagi perbatasannya. Totally stub area tidak akan pernah menerima informasi routing apapun dari jaringan di luar jaringan mereka. Area ini akan memblokir LSA tipe 3, 4, dan 5 sehingga tidak ada informasi yang dapat masuk ke area ini. Area jenis ini juga sama dengan stub area, yaitu mengandalkan default route untuk dapat menjangkau dunia luar.
  • Not So Stubby Area (NSSA)
    Stub tetapi tidak terlalu stub, itu adalah arti harafiahnya dari area jenis ini. Maksudnya adalah sebuah stub area yang masih memiliki kemampuan spesial, tidak seperti stub area biasa. Kemampuan spesial ini adalah router ini masih tetap mendapatkan informasi routing namun tidak semuanya. Informasi routing yang didapat oleh area jenis ini adalah hanya external route yang diterimanya bukan dari backbone area. Maksudnya adalah router ini masih dapat menerima informasi yang berasal dari segmen jaringan lain di bawahnya yang tidak terkoneksi ke backbone area. Misalnya Anda memiliki sebuah area yang terdiri dari tiga buah router. Salah satu router terkoneksi dengan backbone area dan koneksinya hanya berjumlah satu buah saja. Area ini sudah dapat disebut sebagai stub area. Namun nyatanya, area ini memiliki satu segmen jaringan lain yang menjalankan routing protokol RIP misalnya. Jika Anda masih mengonfigurasi area ini sebagai Stub area, maka area ini tidak menerima informasi routing yang berasal dari jaringan RIP. Namun konfigurasilah dengan NSSA, maka area ini bisa mengenali segmen jaringan yang dilayani RIP.

Performa Hebat Didukung Perangkat Hebat
Jaringan Anda boleh bertambah besar, berapapun subnet IP di dalamnya, berapapun klien yang harus dilayani, dan berapapun server di belakangnya boleh-boleh saja bertambah. Percayakan saja pada routing protokol OSPF yang mengatur semua penyebaran informasi
routing-nya. Namun ada satu yang perlu Anda perhatikan juga, ketika jaringan membesar dan routing protokol OSPF sudah terpecah-pecah menjadi beberapa area, perangkat router Anda juga harus mendukung kebutuhan tersebut. Perangkat router yang menjalankan routing protokol seperti OSPF, apalagi yang sudah terbagi-bagi menjadi beberapa area, sangat membutuhkan kekuatan processing dan memory.

Jika Anda menerapkan OSPF pada router yang salah, maka kinerjanya tidak akan efektif dan malah membuat performa jaringan menjadi jelek. Untuk itu, sebelum mengonfigurasi dan menerapkannya dalam jaringan Anda, telitilah lebih dahulu apakah router Anda memiliki processor dan memory yang cukup kuat untuk itu. Apakah operating system router Anda memiliki fitur-fitur OSPF yang ada butuhkan, dan banyak lagi hal yang harus diteliti. Jangan sampai setelah berjalan baru diselidiki kebutuhan dan kelemahannya. Selamat belajar!