Senin, 30 April 2012

Kerjasama Microsoft dan pengecer buku Barnes & Noble AS

Microsoft dan pengecer buku Barnes & Noble AS pada hari Senin mengumumkan sebuah usaha patungan e-book untuk menantang dominasi Amazon dan Apple di pasar.

Microsoft akan menyediakan 300-juta-U.S. dolar investasi di Barnes baru & Noble anak perusahaan yang akan menyatukan bisnis digital dan perguruan tinggi dari Barnes & Noble, menurut siaran pers bersama dari kedua perusahaan.

Microsoft akan menjelaskan kepemilikan saham sebesar sekitar 17,6 persen dan Barnes & Noble akan memiliki sisa dari anak perusahaan yang telah senilai sekitar 1,7 miliar dolar.

Perusahaan yang belum disebutkan namanya akan fokus pada Barnes & Noble Nook e-reader, merek e-book dan segmen pasar pendidikan. Kedua perusahaan tidak memberikan rincian lebih pada kemitraan mereka, tetapi mengumumkan untuk merilis aplikasi Nook untuk Windows 8, terbaru sistem operasi Microsoft dijadwalkan akan meluncurkan akhir tahun ini.

Sebagai peritel buku terbesar di AS, Barnes & Noble telah bekerja untuk meraih pangsa untuk pasar buku digital yang berkembang saat ini didominasi oleh Amazon dan Apple.

Microsoft dan Barnes & Noble juga mengatakan mereka telah selesaikan sengketa paten e-book, mencapai lisensi royalti di bawah paten Microsoft untuk Barnes & Noble Nook e-reader dan produk tablet.

Minggu, 29 April 2012

Dengar musik tanpa Kabel

Tak cuma bermain di segmen ponsel TV, Mito juga berupaya menggaet pelanggan dari kalangan pecinta musik. Caranya adalah dengan merilis Mito 720 yang sudah dibundel dengan wireless headphone on ear.

Mito 720 mengusung layar sentuh 3,2 inch. Selain pemutar musik, handset ini juga dilengkapi radio FM yang memiliki perekam acara radio serta fitur TV analog.

Dari sisi tampilan, Mito 720 memiliki bodi glossy dan diperkuat oleh cover belakang dari material metal.

Sebagai ponsel layar sentuh tentu pengoperasian menu nyaris semua memakai layar. Beberapa tombol masih disediakan misalnya saja menu, back, konfirmasi, kontrol volume, dan capture.

Namun yang membedakan seri ini dengan produk lain adalah penyertaan wireless headphone on ear sebagai paket pembelian.

"Konsumen Indonesia saat ini memiliki kecenderungan mendengarkan musik dengan headphone yang baik. Mito 720 merupakan ponsel musik touchscreen disertai dengan wireless headphone pertama di Indonesia dengan harga yang terjangkau," jelas Hansen, Direktur Utama Mito Mobile, dalam keterangannya.

Desain headphone diklaim mengikuti style perangkat headphone masa kini, seperti yang tengah tren buatan Monster. Penguna dapat menyesuaikan ukuran dengan posisi telinga. Pada bagian dalam earbud dilengkapi dengan busa yang diklaim empuk. Fungsi batalan busa tersebut juga untuk meminimalisir agar suara tak bocor keluar.

Untuk mengoperasikan headphone ini, pada earbud luar sebelah kanan dilengkapi beberapa tombol. Antara lain pencarian last track dan next track, serta tombol kontrol volume. Di bagian tengah bercokol tombol aktivasi bluetooth.

Ya, dengan headphone ini, konsumen tak memerlukan kabel untuk menghubungkan ke Mito 720. Koneksi nirkabel Bluetooth V2.1 berkualifikasi A2DP (Advance audio Distribution Profile) akan menjadi 'jembatan' yang menstreaming audio dari ponsel ke headphone.

Spesifikasi Mito 720:
Dimensi: 109 x 56 x 12 mm
Layar: TFT Touchscreen 3,2 inch
Jaringan: GSM 900/1800 MHz (dual SIM stand by)
Kamera: VGA (denganopsi EV, WB, self timer, Efek, dll)
Fitur: Mobile TV, Radio FM, Yahoo Mail, Yahoo Messenger, Google Maps, Facebook, Twitter, Voice Recorder, Games, dll
Antena: Stik 20 cm (receiver radio FM , Mobile TV)
Konektivitas: Bluetooth, port 3,5 mm, microUSB, EDGE
Baterai: Lithium Ion 800 mAH
Sumber : Detik

Kamis, 26 April 2012

Facebook memilih HTC untuk produksi ponselnya

Rumor yang berkaitan dengan perangkat smartphone buatan Facebook kembali mengemuka. Meski saat ini telah ada beberapa ponsel yang menawarkan 'Facebook-like', namun, sepertinya Facebook tetap ingin memiliki perangkat dengan merk sendiri, seperti halnya Google dengan Nexus-nya.

Facebook beberapa kali dirumorkan akan merilis sendiri perangkat buatannya. Namun, semua rumor itu menguap begitu saja. Akan tetapi, kabar yang baru saja datang ini menyebutkan Facebook memang tengah mempersiapkan perangkat dengan merk sendiri.

Bahkan menurut Digitimes,  Facebook telah memilih HTC sebagai pabrikan pembuatan ponsel merk Facebook. Laporan terbaru ini memperkuat kabar sebelumnya. HTC sendiri telah menyanggupi untuk bekerjasama dengan Facebook, karena sudah tidak menjadi mitra Google dalam pembuatan Nexus, setelah 'raja pencari' itu memilih Samsung.

Ditambahkan lagi oleh kabar tersebut, ponsel Facebook ini disebutkan akan rilis pada kuartal ketiga tahun ini. Perangkat Facebook ini kabarnya menggunakan Android, namun tidak diketahui versinya. Akan tetapi, pastinya, perangkat ini akan terintegrasi secara penuh dengan situs Facebook.

Sebelumnya, pada bulan November tahun lalu, Facebook akan menamai perangkat pertamanya ini dengan nama 'Buffy'. Namun, itu sudah lama berlalu, bisa jadi, Facebook akan mengubahnya. Jadi, tunggu saja kabar kelanjutannnya.

Sumber : DetikNet

Zenbook prime dari Asus adopsi processor Ivy Bridge

Bocoran detil mengenai Zenbook baru dari Asus mengungkap adopsi prosesor Intel ivy Bridge serta layar IPS (In-Panel Switching) setajam 1080p. Asus menyebut ultrabook terbarunya itu sebagai Zenbook Prime.

Diwartakan SlashGear,  bocoran ultrabook terbaru tersebut diungkap situs Engadget China. Zenbook Prime ini akan hadir dengan dua tipe yaitu UX21A yang dilengkapi layar 11.6 inci dan UX31A yang dilengkapi layar 13,3 inci.

Kedua ultrabook tersebut akan dibekali layar IPS yang diklaim punya sudut pandangan sempurna. Situs Engadget tidak diijinkan menguji laptop tersebut dan model itu tampaknya masih menanti persetujuan final dari Intel.

Hal ini bisa saja diartikan prosesor Ivy Bridge berada di balik Zenbook Prime. Namun, sampai sekarang belum ada kabar ketersediaannya.

Situs The verge pertama kali melaporkan keberadaan Zenbook pada bulan lalu. Menurut mereka, ultrabook tersebut akan disertai prosesor dual core ULV Ivy Bridge yang berlari di kecepatan 1,8GHz dan 2,8GHz.

Layarnya diyakini memiliki kecerahan sekira 350 nits dan ada pilihan SSD (Solid State Drive) sampai 256GB (bahkan bisa sampai 512GB). Rentang harganya akan dimulai dari USD1050.

Sumber: Okezone

Selasa, 24 April 2012

Google Drive solusi Teknologi Cloud dari Google

Google pada hari Selasa 24/4/12 memperkenalkan layanan penyimpanan cloud "Drive Google," salah satu produk yang paling penting bagi raksasa teknologi diharapkan untuk memulai tahun ini.

Menurut blog resmi Google, pengguna akan dapat menyinkronkan file mereka seperti dokumen, foto, video dan lagu melalui perangkat komputasi yang dipasang dengan Drive Google.

Karena file tersebut disimpan dalam server Internet, dijuluki sebagai "cloud," pengguna akan dapat mengakses file kapanpun, dimanapun melalui perangkat komputasi web yang terhubung melalui account Google mereka.

Layanan ini sekarang tersedia untuk PC, Mac maupun smartphone Android dan tablet. Tapi versi untuk perangkat IOS Apple akan datang kemudian.

Google menawarkan paket pertama untuk lima gigabyte penyimpanan per account untuk upgrade gratis dan pengguna dapat memilih dari 25 gigabyte seharga 2,49 dolar AS per bulan untuk satu terabyte per bulan untuk 49,99 dolar.

Dalam posting blog, Sundar Pichai, wakil presiden senior perusahaan, mengatakan bahwa Google Drive adalah layanan cloud yang sudah mapan untuk bekerja mulus dengan pengguna secara keseluruhan pengalaman Google, seperti Google Docs, Google +, Search engine dan Gmail.

Sebagai contoh, pengguna dapat melampirkan foto dari Google drive untuk Google + jaringan sosial mereka dan melampirkan file langsung ke email di Gmail.

Cloud penyimpanan dan kolaborasi bukanlah hal yang baru perusahaan lain yang menggunakan teknologi cloud seperti Apple iCloud, Microsoft SkyDrive dan Drive Cloud Amazon, dan jasa dari startups cloud seperti Dropbox

Beberapa analis mengatakan Google mungkin akan terlambat untuk pertandingan cloud karena jutaan pengguna telah meng-upload file mereka ke layanan lain. Tetapi yang lain percaya bahwa dari pencarian, email ke web browser, mesin pencari Google, Gmail dan Chrome semua tumbuh untuk merebut pangsa pasar yang besar sebagai pendatang baru.

Koneksi internet terlambat via Desktop

Orang Indonesia memang harus ekstrasabar dalam menjelajah internet. Dalam daftar yang dikeluarkan oleh raksasa internet Google, Indonesia ternyata termasuk dalam daftar negara dengan koneksi internet paling lambat.

Rata-rata halaman internet terbuka di desktop membutuhkan waktu 20,3 detik, menurut Bloomberg yang mengutip laporan Google tersebut.

Republik Slowakia ternyata memiliki rata-rata halaman internet terbuka tercepat dengan 3,3 detik.

Korea Selatan adalah negara kedua yang internetnya tercepat di desktop, selain itu mereka juga punya koneksi internet tercepat menggunakan ponsel dengan rata-rat 4,8 detik. Dari segi koneksi internet via ponsel, UEA adalah yang terlambat, dengan 26,7 detik untuk membuka satu halaman internet.

Berikut adalah daftar lengkap 10 negara dengan koneksi internet tercepat dan terlambat di desktop maupun ponsel untuk membuka halaman web menurut Google:

10 Negara dengan internet tercepat di desktop (dalam detik):
Republik Slowakia (3,3)
Korea Selatan (3,5)
Republik Czech (3,7)
Belanda (3,9)
Jepang (4)
Denmark (4,3)
Swiss (4,3)
Swedia (4,5)
Belgia (4,6)
Norwegia (4,8)

10 Negara dengan internet terlambat di desktop (dalam detik):
Chile (10)
Kolombia (10,2)
Peru (11,7)
Brasil (11,8)
Argentina (12,8)
Malaysia (14,3)
Venezuela (14,9)
India (15,1)
Filipina (15,4)
Indonesia (20,3)

10 Negara dengan internet tercepat di ponsel (dalam detik):
Korea Selatan (4,8)
Denmark (5,2)
Hong Kong (5,9)
Norwegia (6)
Swedia (6,1)
Estonia (6,2)
Republik Czech (6,3)
Jepang (6,4)
Romania (7,5)
Republik Slowakia (7,6)

10 Negara dengan internet terlambat di ponsel (dalam detik):
Malaysia (12,7)
Indonesia (12,9)
Singapura (12,9)
Meksiko (14,1)
Brasil (15,8)
Argentina (16,3)
India (16,4)
Thailand (17,4)
Saudi Arabia (21,2)
UEA (26,7)


Menurut Bloomberg, Google mengukur kecepatan internet di desktop dan ponsel di 50 negara awal bulan ini. Laporan itu juga menyatakan bahwa Amerika Serikat ada di tengah-tengah. "Di desktop, butuh rata-rata 5,7 detik, sementara di ponsel butuh 9,2 detik yang buat orang AS terasa sudah sangat lama."

Generasi processor Ivy Bridge dari INTEL

Generasi prosesor Ivy Bridge dari Intel siap diluncurkan. Prosesor ini digadang-gadang sebagai yang tercepat dari Intel dan dibuat dengan mengusung proses fabrikasi 22nm.

Intel mengumumkan bahwa tahap pertama peluncuran keluarga prosesor Ivy Bridge bakal menjadi otak komputer desktop dan akan dikapalkan pada 19 April 2012. Kemudian Ivy Bridge untuk laptop serta ultrabook akan didistribusikan kemudian.

Chip 22 nm ini menghadirkan teknologi transistor baru dengan switch on/off di pusat chip yang membuat powernya lebih efisien. Intel berharap Ivy Bridge dapat mendayai generasi baru komputer berbasis Windows 8 sekaligus menstimulasi penjualan PC yang belakangan menurun.

Selain itu untuk mengantisipasi ancaman dari ARM yang arsitektur chipnya dominan dipakai di perangkat mobile. ARM semakin mengancam karena mesin Windows 8 dipastikan juga akan support chip ARM.

Arsitektur Ivy Bridge diharapkan akan menyaingi keefisienan daya chip ARM. Untuk memproduksi Ivy Bridge, Intel menyiapkan empat buah pabrik. Dibanding generasi prosesor Sandy Bridge, Ivy Bridge pun diklaim lebih mumpuni.

"Ini adalah produk 22 nanometer pertama di dunia dan kami akan menghantarkan performa prosesor 20% lebih baik," ucap Kirk Skaugen, Intel's PC Business Chief yang dilansir Digital Spy