Rabu, 31 Oktober 2012

Smartphone Nubia dari ZTE

Perusahaan ZTE kemarin (31/10) meluncurkan Nubia, merek ponsel baru di Beijing. ZTE sebagai produsen alat telekomunikasi terkenal di China mengharapkan pendapatan dari bidang ponsel dalam 3 tahun ke depan dapat menempati 50 persen pendapatan total dan menempati urutan ke-3 'smart phone' di seluruh dunia pada tahun 2015.

Menurut statistik Perusahaan Data Internasional (IDC), 'smart phone' ZTE dijual sejumlah 7,5 juta buah pada triulan ke-3 tahun 2012, meningkat 82,9 persen dibanding masa sama tahun lalu, menyusul Samsung, Apple dan RIM.

Selasa, 30 Oktober 2012

Kelebihan dan kekurangan Win 8

 Windows 8 telah resmi diluncurkan pada 26 Oktober silam. Sistem operasi besutan Microsoft ini hadir dalam tiga versi, yakni Windows 8, Windows 8 Pro, dan Windows 8 RT.

Microsoft pun menjamin para pengguna Windows 8 akan merasakan pengalaman yang sama bagi pengguna desktop, tablet, maupun smartphone. Dengan kata lain, saat menggunakan di komputer meja, Anda akan merasakan menggunakan sebuah tablet ataupun smartphone.

"Dengan sistem operasi ini, konsumen bisa menggunakan jarinya sendiri, mouse (tetikus) ataupun pen yang memudahkan mereka untuk bekerja dan bermain," ujar Presiden Direktur Microsoft Indonesia Andreas Diantoro di peluncuran Windows 8 di Singapura, Sabtu silam.

Terlepas dari hal itu, ada beberapa kelebihan dan kekurangan Windows 8. Berikut penjelasannya seperti dilansir Times of India,

Kelebihan:

1. Penampilan Lebih Dinamis

Sama seperti telepon seluler (ponsel) cerdas dan tablet, komputer yang menggunakan sistem operasi Windows 8 dilengkapi dengan fitur notifikasi dan informasi saat ini, terkait akun Anda di dunia maya. Misalnya saja kotak masuk surat elektronik (e-mail). Selain itu Anda juga akan otomatis terhubung dengan situs penyimpanan data milik Windows, Skydrive.

2. Sistem Pencarian Data Lebih Universal

Dengan Windows 8, Anda lebih mudah dalam mencari data yang diinginkan. Cukup mengetik nama data di tampilan awal, langsung muncul beberapa pilihan data yang terkait.

3. Ketersediaan dan Kemudahan Aplikasi Pendukung

Anda memiliki banyak pilihan dan kemudahan untuk mendapat Aplikasi pendukung jika komputer Anda menggunakan sistem operasi Windows 8.

Kekurangan:

1. Tidak Ada Tombol Start dan Close X

Sayangnya, tidak ada tombol start dan Close X di tampilan muka Windows 8. Hal ini membuat pengguna bingung dan sulit untuk memulai pekerjaan, menutup pekerjaan atau mengakses program. Meski adanya sistem pencarian data, tapi keberadaan tombol Start dinilai sangat penting untuk kemudahan pengguna.

Untuk mengakhiri tugas di Windows 8, Anda mesti mengarahkan panah mouse Anda ke atas aplikasi. Setelah muncul tombol tangan, Anda harus men-drag-nya, dan barulah program tersebut tertutup.

2. Banyak File Atau Aplikasi Tersembunyi

Ini yang mungkin paling membingungkan bagi pengguna Windows 8. Sebab, saat beroperasi, hanya tersedia dua data atau aplikasi yang bisa terbuka secara bersamaan, sementara data lainnya tersembunyi. Anda mesti menggunakan fitur pencarian universal untuk membuka data yang lain.

Sekadar informasi, Windows 8 akan dipasarkan dengan kisaran harga 69,99 dolar Amerika Serikat. Sampai dengan akhir Januari 2013, konsumen yang saat ini menjalankan PC dengan Windows XP, Windows Vista atau Windows 7, berhak untuk mengunduh (download) Windows 8 Pro dengan estimasi harga eceran 39,99 dolar AS.

Dan konsumen pengguna Windows 7 yang dibeli antara 2 Juni 2012 dan 31 Januari 2013 di lebih dari 140 negara dapat mengunduh Windows 8 Pro untuk estimasi harga eceran US$ 14,99 melalui program penawaran Upgrade Windows, yang tersedia di www.windowsupgradeoffer.com.

Windows 8 review

Windows 8 telah datang dan siap kah anda mencobanya :

Review Windows 8 dalam english version

The most striking changes to Microsoft’s new operating system are evident as soon as you first switch on a Windows 8 PC. The boot process is surprisingly fast for Windows.

Microsoft’s Windows 8 user interface, originally referred to as Metro-inspired — a nod to the company’s internal design language — is as stunning as it is surprising.
Navigating this new user interface is perhaps the most controversial aspect to Windows 8. There’s a steep learning curve here, from navigation to basic tasks like turning off your PC.

The Settings charm is one of the more confusing aspects to Windows 8. It’s often easy to forget that an app has multiple places for settings, with some available visually within the app and others available from the Charms.

Another aspect to navigation is a new touch- and mouse-based Switcher. Making use of the top left and bottom left touch corners in Windows 8, Switcher works as a basic application switcher. Touch users can swipe from the left and snap back to reveal Switcher.

For Windows 8 to truly succeed on tablets, laptops, and desktop PCs, it needs developers to create functional and good-looking apps that work across a variety of display and input types.
If you’re upgrading from an older version of Windows, these new apps are certainly a fresh approach. The Windows Store offers a variety of games and apps, but with only 5,000 apps available the selection is rather limited right now.

Microsoft is opting to support Adobe Flash, but only in limited cases. This is particularly useful for tablet use, since rival offerings like the iPad have shunned the use of Flash. Microsoft has also enabled Do Not Track by default in IE10.

The Music and Video apps mark a switch in direction for Microsoft. Built by the company’s Xbox team, they provide access to the entertainment aspects of Windows 8.

Coupled with this, the SmartGlass app also allows you to use a Windows 8 device as a remote control to play Xbox Music content on an Xbox console or simply navigate apps. The implementation is simply stunning.

In terms of highlights for Microsoft’s own Windows 8-style apps, this is where it ends. Some of the other built-in Windows 8-style apps are significantly lacking functionality. The Mail app includes basic email functions but little else.

Microsoft appears to have rushed some of these apps out of the door half baked.
Microsoft’s Windows Store represents the acknowledgement of Apple’s success with a curated application store approach. Developers can submit free or paid apps and earn 70 percent of the revenue from sales, a figure that jumps to 80 percent after a paid app makes $25,000.

Once you tap on the Desktop tile or launch an older app from the Start screen, you’re essentially using Windows 7 again, and the desktop mode will feel a lot more familiar.
Windows Explorer is also improved and renamed, now referred to as File Explorer in Windows 8.

Microsoft has added the ribbon interface to File Explorer, which is collapsed by default.
An updated Task Manager is simplified in every sense of the word. The default view will list all currently running applications.There’s simply an end task button to kill off unresponsive apps — a common use for Task Manager.

Another important improvement in Windows 8 desktop mode is Microsoft’s multiple monitor support.
Thankfully the traditional keyboard shortcuts still work, so power users can run Windows 8 on a desktop in a similar way to Windows 7.

Download Windows 8

Microsoft akhirnya merilis OS  Windows 8 dan pengguna sekarang dapat Download Windows 8 ISO seperti yang akan kita jelaskan di bagian bawah artikel ini. Di tengah banyak celah dan kebingungan, Windows 8 telah  banyak minat di kalangan pengguna, Microsoft telah membuatnya sangat nyaman bagi pengguna untuk meng-upgrade dari Windows 7/Vista/XP ke Windows 8 menggunakan aplikasi Upgrade Windows Asisten. Menggunakan aplikasi ini, pengguna dapat memeriksa apakah sistem mereka memenuhi syarat untuk Windows 8 upgrade, jika demikian, melakukan pembayaran dan membeli untuk biaya nominal. Setelah pembelian dilakukan, asisten meng-upgrade memungkinkan pengguna untuk membuat Windows 8 ISO atau sebagai bootable USB, sehingga seseorang dapat menggunakannya dalam kasus darurat di masa depan.

Download Windows 8 ISO

1. Look for the email you would’ve got after purchasing the Windows 8 upgrade from Microsoft. Yes, that same email containing the WIndows 8 product key, with the sender’s name as “Microsoft Customer Support”. Here, you’d see a link to download the ISO as shown below:


2. Clicking on the link, downloads the Windows 8 Setup File which you are required to run on your Windows PC.

3. In the next screen, you’ll be asked to enter the Windows 8 product key which you’ll see in the same email. Copy paste it on this screen & click Next.


4. It will now validate your Windows 8 product key and shows you the version of Windows 8 you’re eligible to download as ISO. Click Next.

5. It will now start to download the Windows 8 Pro ISO which is approximately 2GB in size. Wait for the download to complete.

6. Once done, the setup will check for errors and you’ll be given options to either Install Now, or Install by creating media, or even Install later from your desktop. Select the second option: Install by creating media. Click Next.


7. Now you’ll land in the screen you were waiting for: option to either download the Windows 8 ISO file or as a bootable USB. Choose ISO file and click Next.


8. Choose the folder where you want to save the ISO file and you’re done. Burn the ISO into a DVD in order to use it in cases of reinstallations.

Senin, 29 Oktober 2012

Sony Xperia Miro

Sony Xperia Miro diperkenalkan oleh perusahaan Jepang itu dihadapan khalayak Indonesia belum lama ini di Plaza Senayan, Jakarta. Kehadiran Xperia Miro ini sendiri diluncurkan sejak bulan Juli lalu, namun baru pada bulan ini Indonesia kedapatan perangkat besutan Sony ini. Smartphone ini hadir dengan sistem operasi Android 4.0 Ice Cream Sandwich dan menargetkan pangsa pasar low-end atau menengah-bawah.

Perangkat yang mengusung tema “Music Made Social” ini memang lebih menonjolkan pada fitur musik dan dan jejaring sosial, sesuai dengan tema yang diusung. Sementara untuk desainnya, ciri khas Sony dari lini keluarga Xperia terlihat jelas, desain candybar dengan kesan elegan dan futuristik. Dimensi ukuran dan bobot yang diterapkan Sony pada Miro, terbilang pas, ditambah lagi dengan material yang digunakan membuat Miro terasa mantap dan nyaman pada saat digenggam oleh tangan.

Dibandingkan dengan Tipo, Miro memiliki layar lebih lebar dan luas, 3,5 inci. Layarnya ini menggunakan LCD dan mendukung resolusi layar WVGA (320x480). Tampilan layarnya bukanlah yang terbaik, namun cukup baik untuk smarphone di kelasnya. Sony melengkapi layar Miro ini dengan teknologi pelindung anti-gores dan kaca anti-reflective yang membuatnya tidak silau jika cahaya matahari memantul diatas layar.

Pada bagian kamera, Sony Xperia Miro telah dilengkapi kamera berkapasitas 5MP yang mendukung resolusi foto 2592x1944 piksel, yang disertai dengan fitur-fitur, antara lain auto-focus, LED-flash, face detection, dan tentu saja mendukung perekaman video standar VGA. Selain itu, Sony juga menghadirkan kamera tambahan dibagian depan berkapasitas VGA yang bisa digunakan untuk video-chat.

Untuk jeroannya, Sony menjejalkan Miro dengan prosesor yang terbilang cukup rendah untuk ukuran smartphone masa kini, 800 Mhz. Namun, untuk menutupi kekurangan itu, Sony memperkuatnya dengan chipset grafis GPU Radeon 200 dan RAM sebesar 512MB. Sedangkan untuk media penyimpanannya, telah tersedia memori internal sebesar 4GB, yang bisa pengguna tingkatkan menggunakan slot microSD eksternal yang mampu mendukung penggunaan memori hingga 32GB.

Dalam hal jaringan, Xperia Miro yang berjalan diatas jaringan GSM dan mendukung jaringan 3G ini cukup lengkap untuk ukuran smartphone kelas menengah. Disini tersedia berbagai dukungan jaringan lokal, antara lain WiFi, Bluetooth, USB On-the-go, dan dukungan terhadap jaringan berkecepatan tinggi, HSDPA 7.2 Mbps dan HSUPA 5.76 Mbps, serta dukungan terhadap teknologi DLNA dan, tentu saja jack audio 3.5mm.

Sebagai smartphone yang ditujukan bagi para penggemar musik dan sosial, perangkat yang berjalan diatas Android 4.0 Ice Cream Sandwich (ICS) ini dilengkapi oleh Sony dengan teknologi audio xLoud, yang mana mampu menghasilkan suara audio yang mantap dan jelas. Selain itu, tersedia pula berbagai aplikasi dan fitur untuk mendukung kegiatan bermusik pengguna di Miro, termasuk aplikasi TrackID, untuk mengidentifikasi judul lagu sekaligus membaginya ke jejaring sosial, seperti Facebook, secara mudah.

Dan untuk lebih memperkuat tema yang diusungnya, Sony mengungkapkan telah melakukan kerja sama dengan MelOn, sebuah perusahaan rekaman musik yang berbasis di Korea. Kerjasama ini memungkinkan para pengguna Miro mengunduh musik sepuasnya dari 55 label lokal dan delapan label internasional, antara lain Sony, Warner, dan sejumlah label musik Korea melalui sebuah aplikasi yang bernama Musikkan Hidupmu.

Dari segi daya tahan hidup, Xperia Miro yang diperkuat baterai lithium ion berkapasitas 1500 mAh ini, diklaim mampu bertahan sekitar 470 jam pada mode standby (2G) dan 5 jam bila digunakan untuk bercakap-cakap secara berkelanjutan, serta bertahan hingga 36 jam jika digunakan untuk mendengarkan musik secara non-stop.

Sebagai kesimpulan, Sony Xperia Miro memang layak mengusung tema “Music Made Social”. Berbagai fitur dan aplikasi ada disini memang mendukung hal tersebut. Harganya yang tidak terlalu mahal bisa menjadi pilihan yang cukup menarik bagi Anda yang menghendaki smartphone musik berbasiskan Android ICS dengan bujet kurang dari dua juta.

Selain itu, performa multimedianya, termasuk kamera yang tersedia, juga cukup memberikan kepuasan kepada para penggunanya. Desain body yang diusung, Xperia Miro juga tidaklah mengecewakan. Akan tetapi, yang bisa membuat pengguna kecewa, kemungkinan besar adalah performanya. Hal ini bisa dilihat dari prosesornya yang rendah. Ditambah lagi, kualitas layarnya masuk dalam kategori stadar, namun, hal ini sesuai dengan harga yang ditawarkan.

Spesifikasi:
Jaringan: GSM 850/900/1800/1900, HSDPA 900/2100/850/1900;
Dimensi: 113 x 59.4 x 9.9 mm;
Bobot: 110 gram;
Layar: 3.5 inci (320 x 480 piksel) LED-backlit LCD Capacitive Touchscreen, Multitouch, Scratch-resistant glass, Anti-reflective coating;
Chipset: 800MHz + Adreno 200 GPU;
OS: Android 4.0 (ICS) + Timescape UI;
Kamera: 5MP (2592 x 1944 piksel) Autofocus, LED-flash, Geo-tagging, touch focus, face and smile detection, 3D sweep panorama, Video Recording VGA@30fps, continuous autofocus, video light, video stabilizer;
Kamera Depan: VGA;
Memori: 512MB (RAM) + 4GB (Internal), slot microSD (up to 32GB);
Konektivitas: GPRS/EDGE, WiFI, HSDPA 7.2 Mbps, HSUPA 5.8 Mbps, Bluetooth, WiFi, port microUSB v2.0, USB On-the-go, DLNA, dan Audiojack 3.5mm;
Fitur Lain: xLoud technology, Active noise cancellation with dedicated mic, Accelerometer sensor for UI auto-rotate, Proximity sensor, Gyro sensor, A-GPS, Digital compass, Multimedia Player App, Organizer, Image/video editor, Document editor (Word, Excel, PowerPoint, PDF), Google Search, Maps, Gmail, YouTube, Calendar, Google Talk, Picasa integration, Adobe Flash, Voice memo/dial/commands, Predictive text input, Browser HTML, Radio FM with RDS, Social networking integration, TrackID music recognition, Java via Java MIDP emulator;
Baterai: Li-Ion 1500mAh.

Nexus LG 4

Nexus LG 4, akan menggunakan OS Android 4.2, pada bagian hardware, Nexus 4 akan datang dengan layar besar tradisional, prosesor quad-core clock pada frekuensi yang tidak diketahui yang dapat menimbulkan ancaman untuk chip A6 Apple, Nexus LG 4 datang dengan hanya 8GB penyimpanan dan tidak ada kemampuan ekspansi.

Spesifikasi Nexus LG 4
    Display: 4.7-inch wide with 1280×768 pixel resolution
    OS: Android 4.2 Jelly Bean
    Processor: quad-core Snapdragon S4
    RAM: 2GB
    Connectivity: NFC, no FM Radio
    Camera: 8-megapixel on the back
    Storage: 8GB with no microSD
    Size: 68.7 x 133.9 x 9.1 mm

Intel atom D2560

 Produsen prosesor komputer, Intel, mengumumkan peluncuran prosesor dual core baru, D2560. Lebih unggul ketimbang seri D2550 yang pernah diluncurkan kuartal pertama tahun ini, keluarga baru prosesor Atom D2560 ini berlari di kecepatan clock 2.0 GHz.

Dilansir Tomshardware, Senin (29/10/2012), perangkat otak komputer ini tampil dengan arsitektur Saltwell 32 nanometer dengan inti prosesor Cedarview. Bekerja di kecepatan 2.0 GHz, yang lebih kencang ketimbang D2550 di clock 1,86 GHz.

Akan tetapi, seri D2560 ini lebih lambat 133 MHz dibandingkan chip Cedarview D2700 yang konon produksinya dibatalkan. Intel tidak memberikan informasi apapun tentang alasan seri D2700 ditangguhkan.

Hanya saja, perusahaan yang berkantor pusat di California ini mengungkapkan bahwa permintaan pasar telah bergeser, setelah diperkenalkan di kuartal tiga 2011.

Seperti prosesor Cedarview lainnya, D2560 memiliki konsumsi daya maksimal sebesar 10 watt. Seperti D2550, prosesor seri terbaru ini juga mampu menjalankan empat thread secara paralel dan dibanderol seharga USD47 (tray).

Informasi yang beredar sebelumnya mengungkapkan, Intel Pentium Ivy Bridge akan meluncur awal 2013. Central processing units (CPU) seri Intel Pentium, telah diposisikan sebagai prosesor PC yang mencakup pengguna yang luas.

Seri prosesor ini menggunakan kombinasi, yaitu kinerja yang baik serta harga yang rendah. Prosesor Intel Pentium juga diklaim lebih kuat ketimbang Atom dan Celeron, namun kemampuannya masih di bawah seri Intel Core dan Xeon.

Sumber: Okezone