Selasa, 29 September 2009

Menggabungkan dua teks dalam satu sel

Anda memiliki dua buah teks dalam dua buah sel yg berbeda. anda ingin menggabungkan dua teks tersebut dalam satu sel. tapi, bagaimana caranya ??? Mudah saja. Excel menyediahkan berbagai formula untuk membantu pengguna dalam bekerja. salah satunya adalah "CONCATENATE" yang berfungsi untuk menggabungkan teks tsb...
Untuk menggunakannya , apabila anda sekarang memiliki dua teks dalam sel D1 dan E1, dan ingin menggabungkannya dalam sel C1, Klik saja dalam sel C1 kemudian ketik "=CONCATENATE(D1,"",E1)" setelah selesai tekan Enter.

Lihat Gambar :

Senin, 28 September 2009

Tips Mempercepat OPEN dan SAVE File word anda di Server

Pernahkah Anda Mempunyai Masalah, pada saat membuka File Word atau Excel atau menyimpan File tsb, dimana Lokasi tempat Direktori atau Folder selalu menuju ke My Documents. sehingga untuk membuka ataupun menyimpan File, anda harus melakukan beberapa kali Proses untuk mencari letak Folder anda yang sebenarnya (Folder yang terdapat di server) untuk mempercepat proses menuju ke Folder yang anda kehendaki dapat anda Lakukan cara sbb:

1. Jalankan Microsoft Word anda

2. Pada aplikasi tersebut Klik Menu [Tools]>[Option] pada Menu bar diatas.

3. Akan muncul sebuah Window baru dengan nama Options. Klik tab [File Locations] yang terdapat pada Jendela tsb.

4. Perhatikan Gambar di samping anda, dan lihat arah tanda panah yang menunjukkan lokasi Default dari Folder atau direktori, pada Microsoft word. c:\My Document

5. untuk merubah Folder default tsb, Klik Documents yang ditunjukkan oleh tanda panah, setelah itu, Klik tombol Modify yang terdapat di bagian bawah menu. dan sekarang anda tentukan Path dari Folder yang anda kehendaki.

6. Contoh. Jika Folder anda di server berada pada Drive N:[EDP on Sever]. maka arah kan path location menjadi :

N:\EDP\thn 2009\desember\

7. setelah itu setiap kali anda membuka atau menyimpan file word anda akan langsung berada pada Folder atau direktori yang anda kehendaki. tidak lagi ke My Documents


Minggu, 27 September 2009

To perform complex calculations, use an Array Formula.

Example: In this example there are two ranges to multiply (each item multiplies Quantity by Price) and totals the results.
1. For Range 1, the Name defined for range B2:B10 is Quantity (see Tip #188).
2. For Range 2, the Name defined for range C2:C10 is Price.
3. In cell D16, enter the following Array Formula:
={SUM(Quantity*Price)}

The formula returns the result of the totals of the Quantity range, multiplied by the Price range.

To create an Array Formula, select the cell after manually entering the formula, press F2, and then press Ctrl+Shift+Enter.

The technical side of an array formula

An Array saves values or strings to temporary memory locations. The Array technique opens as many cells in memory as it needs to keep the multiplied numbers; the Array Formula returns the total (in this example) of these numbers from the temporary memory to the cell.


Screenshot // Array Formulas – the Technical Side



Tampilan-Komentar-Untuk-Sel-Sel

Dalam Excel anda dapat menampilkan komentar untuk menghiasi Sel-Sel. komentar akan tampil jika anda menempatkan pointer mouse ke atas sel yang bersangkutan. untuk menampilkan komentar tsb lakukanlah langka2 berikut ini :

Klik menu "Tools" kemudian pilih "Options" kemudian beri tanda centang pada "Comments and indicators" setelah itu Klik OK

Lihat gambar :



Sabtu, 26 September 2009

Perangkat-Perangkat Wireless LAN

Perangkat-Perangkat Wireless LAN

Beberapa device yang diperlukan untuk membangun Jaringan Wireless LAN sebagai berikut :

- Access Point
- Wireless Bridge
- Device-device Client untuk Wireless LAN

ACCESS POINT

Access point merupakan sebuah device Half duflex yang memiliki kepintaran, seperti device switch, administrator Wireless LAN dapat mengkonfigurasi dan mengelola device. sesuai namanya, access point bertindak sebagai penghubung agar client dapat bergabung ke dalam sebuah sistem jaringan :

Gambar sebuah Access Point :



Access point dapat menghubungkan client-client wireless dengan jaringan kabel dan access point lainnya, dalam implementasinya kita dapat membentuk access point kedalam 3 mode, yakni :

1- Mode Root

Mode digunakan ketika access point dihubungkan ke jaringan kabel melalui interface Ethernet card, kebanyakan access point yang mendukung mode root menjadikannya sebagai mode default, selain dengan Client wireless, access point bermode root dapat pula berkomunikasi dengan access point bermode root lainnya kemudian access point dapat saling berkoordinasi dalam melakukan fungsi roaming dengan demikian wireless client masih dapat berkomunikasi melalui cell berbeda
lihat gambar :




2- Mode Repeater

Didalam mode repeater, access point mempunyai kemampuan menyediahkan sebuah jalur upstream wireless ke jaringan kabel seperti gambar berikut :



Penggunaan access point dengan mode repeater tidak disarankan, mode demikian hanya digunakan jika benar-benar diperlukan karena antar cell harus saling membentuk irisan minimum 50%, akibatnya, konfigurasi demikian mengurangi jangkauan access point terhadap client wireless.

3- Mode Bridge


Pada Mode Bridge, access point bertindak seperti bridge wireless, device bridge wireless berfungsi menghubungkan dua atau beberapa jaringan kabel secara wireless

Lihat gambar metode Bridge digunakan untuk menghubungkan 2 gedung :

Minggu, 20 September 2009

Tips Wireless Security

Jaringan nirkabel atau yang sering disebut dengan wireless network cukup mudah untuk di set up, dan juga terasa sangat nyaman, terutama jika kita menginginkan agar bisa berjalan jalan keliling rumah atau kantor dengan komputer portable tetapi tetap bisa tetap mengakses jaringan internet. Namun, karena wireless menggunakan gelombang, maka akan lebih mudah untuk di-hack daripada koneksi yang menggunakan kabel. Ada beberapa tips disini untuk mengamankan wireless network.

Adapun langkah langkahnya sebagai berikut

1. Memakai enkripsi.
Enkripsi adalah ukuran security yang pertama, tetapi banyak wireless access points (WAPs) tidak menggunakan enkripsi sebagai defaultnya. Meskipun banyak WAP telah memiliki Wired Equivalent Privacy (WEP) protocol, tetapi secara default tidak diaktifkan. WEP memang mempunyai beberapa lubang di securitynya, dan seorang hacker yang berpengalaman pasti dapat membukanya, tetapi itu masih tetap lebih baik daripada tidak ada enkripsi sama sekali. Pastikan untuk men-set metode WEP authentication dengan “shared key” daripada “open system”. Untuk “open system”, dia tidak meng-encrypt data, tetapi hanya melakukan otentifikasi client. Ubah WEP key sesering mungkin, dan pakai 128-bit WEP dibandingkan dengan yang 40-bit.

2. Gunakan enkripsi yang kuat.
Karena kelemahan kelemahan yang ada di WEP, maka dianjurkan untuk menggunakan Wi-Fi Protected Access (WPA) juga. Untuk memakai WPA, WAP harus men-supportnya. Sisi client juga harus dapat men-support WPA tsb.

3. Ganti default password administrator.
Kebanyakan pabrik menggunakan password administrasi yang sama untuk semua WAP produk mereka. Default password tersebut umumnya sudah diketahui oleh para hacker, yang nantinya dapat menggunakannya untuk merubah setting di WAP anda. Hal pertama yang harus dilakukan dalam konfigurasi WAP adalah mengganti password default tsb. Gunakan paling tidak 8 karakter, kombinasi antara huruf dan angka, dan tidak menggunakan kata kata yang ada dalam kamus.

4. Matikan SSID Broadcasting.
Service Set Identifier (SSID) adalah nama dari wireless network kita. Secara default, SSID dari WAP akan di broadcast. Hal ini akan membuat user mudah untuk menemukan network tsb, karena SSID akan muncul dalam daftar available networks yang ada pada wireless client. Jika SSID dimatikan, user harus mengetahui lebih dahulu SSID-nya agak dapat terkoneksi dengan network tsb.

5. Matikan WAP saat tidak dipakai.
Cara yang satu ini kelihatannya sangat simpel, tetapi beberapa perusahaan atau individual melakukannya. Jika kita mempunyai user yang hanya terkoneksi pada saat saat tertentu saja, tidak ada alasan untuk menjalankan wireless network setiap saat dan menyediakan kesempatan bagi intruder untuk melaksanakan niat jahatnya. Kita dapat mematikan access point pada saat tidak dipakai.

6. Ubah default SSID.
Pabrik menyediakan default SSID. Kegunaan dari mematikan broadcast SSID adalah untuk mencegah orang lain tahu nama dari network kita, tetapi jika masih memakai default SSID, tidak akan sulit untuk menerka SSID dari network kita.

7. Memakai MAC filtering.
Kebanyakan WAP (bukan yang murah murah tentunya) akan memperbolehkan kita memakai filter media access control (MAC). Ini artinya kita dapat membuat “white list” dari computer computer yang boleh mengakses wireless network kita, berdasarkan dari MAC atau alamat fisik yang ada di network card masing masing pc. Koneksi dari MAC yang tidak ada dalam list akan ditolak.
Metode ini tidak selamanya aman, karena masih mungkin bagi seorang hacker melakukan sniffing paket yang kita transmit via wireless network dan mendapatkan MAC address yang valid dari salah satu user, dan kemudian menggunakannya untuk melakukan spoof. Tetapi MAC filtering akan membuat kesulitan seorang intruder yang masih belum jago jago banget.

8. Mengisolasi wireless network dari LAN.
Untuk memproteksi internal network kabel dari ancaman yang datang dari wireless network, perlu kiranya dibuat wireless DMZ atau perimeter network yang mengisolasi dari LAN. Artinya adalah memasang firewall antara wireless network dan LAN.
Dan untuk wireless client yang membutuhkan akses ke internal network, dia haruslah melakukan otentifikasi dahulu dengan RAS server atau menggunakan VPN. Hal ini menyediakan extra layer untuk proteksi.

9. Mengontrol signal wireless
802.11b WAP memancarkan gelombang sampai dengan kira kira 300 feet. Tetapi jarak ini dapat ditambahkan dengan cara mengganti antenna dengan yang lebih bagus. Dengan memakai high gain antena, kita bisa mendapatkan jarak yang lebih jauh. Directional antenna akan memancarkan sinyal ke arah tertentu, dan pancarannya tidak melingkar seperti yang terjadi di antenna omnidirectional yang biasanya terdapat pada paket WAP setandard. Selain itu, dengan memilih antena yang sesuai, kita dapat mengontrol jarak sinyal dan arahnya untuk melindungi diri dari intruder. Sebagai tambahan, ada beberapa WAP yang bisa di setting kekuatan sinyal dan arahnya melalui config WAP tsb.

10. Memancarkan gelombang pada frequensi yang berbeda.
Salah satu cara untuk bersembunyi dari hacker yang biasanya memakai teknologi 802.11b/g yang lebih populer adalah dengan memakai 802.11a. Karena 802.11a bekerja pada frekwensi yang berbeda (yaitu di frekwensi 5 GHz), NIC yang di desain untuk bekerja pada teknologi yang populer tidak akan dapat menangkap sinyal tsb.

Sabtu, 19 September 2009

Sekilas tentang teknologi Wireless LAN

Teknologi wireless LAN melakukan proses pengiriman data dengan menggunakan frekuensi radio sebagai media perantaranya, teknologi ini diregulasi oleh aturan yang sama seperti radio AM/FM, Federal Communication Commision (FCC) merupakan organisasi internasional yang meregulasi penggunaan device wireless LAN, sebaiknya IEEE (Institute of Electrical % Electronic Engineers) membuat dan mengelola standarisasi device wireless.

ada tiga pita (band) frekuensi yang dapat digunakan secara bebas dalam dunia industri, medis dan ilmiah, antara lain frekuensi 900Mhz, 2,4Ghz, dan 5,2Ghz. diantara ketiga band. perangkat-perangkat wireless saat ini banyak menggunakan frekuensi 2,4Ghz.

IEEE telah menetapkan protocol standar yang digunakan pada device wireless, yakni IEEE 802,11. saat ini, ada beberapa standar 802,11. antara lain :

- 802,11a, teknologi menggunakan frekuensi 5 Ghz dan dapat menghasilakn kecepatan 54 Mbps
- 802,11b. Teknologi menggunakan frekuensi 2,4Ghz dan memiliki kemampuan transmisi hingga 11 Mbps
- 802,11g. teknologi sama dengan 802,11b. menggunakan frekuensi 2,4Ghz, dan memiliki kemampuan transmisi 54-108 Mbps

wireless LAN kebanyakan memiliki peran sebagai access layer, sehingga digunakan sebagai entry point ke dalam jaringan kabel, wireless LAN bekerja pada layer data link seperti pada umumnya device access layer lainnya.

Keuntungan Wireless LAN

dengan mengimplementasikan jaringan wireless, kita dapat memperoleh beberapa keuntungan antara lain :

- Pengguna dapat bergerak lebih fleksibel
- Terbebas dari masalah perkabelan
- Relatif cepat dan murah
- dapat ditempatkan dimanapun.

Wireless LAN bisa pula digunakan untuk memperpanjang jankauan jaringan kabel
dengan menggunakan teknologi wireless LAN kita dapat menyediahkan konektivitas
diantara dua gedung dan menginstall peralatan wireless dengan mudah dan cepat.

Ada beberapa cara menerapkan jaringan wireless antar gedung, yakni :

Point-to-Point
Koneksi wireless antara dua gedung; koneksi point to point hampir selalu menggunakan antena semi directional atau Highly-directional pada setiap ujungnya.

Lihat gambar :



Point-to-Multipoint
Koneksi wireless anatar tiga atau beberapa gedung; biasa diimplementasikan dalam
sebuah topologi star atau hub and spoke, dimana beberapa gedung terhubung ke salah satu gedung.

Lihat gambar :